“Percayalah kepada saya!” Xabi Alonso menjelaskan mengapa pemain muda berbakat Chelsea, Estevao, kesulitan mendapat menit bermain setelah tersingkir dari Carabao Cup

“Percayalah kepada saya!” Xabi Alonso menjelaskan mengapa pemain muda berbakat Chelsea, Estevao, kesulitan mendapat menit bermain setelah tersingkir dari Carabao Cup

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso meminta kesabaran terkait perkembangan Estevao setelah pemain sensasional berusia belasan tahun itu kembali tidak dimainkan saat Chelsea tersingkir dari Piala Carabao oleh Liverpool. Meski desakan suporter di Stamford Bridge untuk lebih sering melihat penyerang asa

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso meminta kesabaran terkait perkembangan Estevao setelah pemain sensasional berusia belasan tahun itu kembali tidak dimainkan saat Chelsea tersingkir dari Piala Carabao oleh Liverpool. Meski desakan suporter di Stamford Bridge untuk lebih sering melihat penyerang asal Brasil itu bermain semakin besar, Alonso menegaskan bahwa Estevao masih beradaptasi dengan tuntutan fisik khas sepakbola Inggris.

Chelsea kalah dari Liverpool melalui adu penalti pada Rabu setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal, sehingga tersingkir dari Carabao Cup. Meski merombak susunan pemain awalnya secara besar-besaran, Alonso membiarkan Estevao di bangku cadangan sepanjang laga. Chelsea hanya meraih dua kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Saat mencari pemain pengganti yang bisa membawa timnya meraih kemenangan di Anfield, Alonso memasukkan Emmanuel Emegha alih-alih pemain asal Brasil itu. Namun, Emegha gagal mengeksekusi penaltinya dalam adu penalti.

Alonso mengakui bahwa karakter permainan di Inggris yang mengandalkan fisik telah memperlambat proses adaptasi pemain berusia 19 tahun itu. Ia juga mengatakan bahwa pergantian pemain yang terpaksa dilakukan terhadap Maxence Lacroix, Moises Caicedo, dan Malo Gusto membatasi opsi menyerangnya saat menghadapi Liverpool.

"Saya memahami situasinya dan dia tentu bisa merasa lebih senang," kata Alonso setelah pertandingan. "Setiap pemain ingin bermain, ingin menjadi bagian dari tim. Kami menjalani beberapa pertandingan yang intens, dan akan ada kesempatan untuk semuanya. Saya yakin Este akan mendapatkan kesempatannya. Itu tanggung jawab saya dan kami harus menanganinya."

Ketika ditanya tentang suporter tandang yang menyerukan agar pemain sayap itu dimainkan, Alonso menjawab: "Para suporter meneriakkan banyak hal. Kami memulai pertandingan dengan Pedro [Neto], Danny [Welbeck], dan Morgan [Rogers] di lini depan. Ada momen-momen yang sangat intens dalam pertandingan. Kami tahu pertandingan ini akan mengandalkan fisik.

"Lalu kami harus menangani kondisi Moi, dia mengalami sedikit masalah. Malo juga mengalami kram. Jadi, kami sedikit terpaksa melakukan pergantian pemain. Kami tahu musim ini akan panjang. Akan ada kesempatan bagi semua pemain."

Saat kembali ditanya soal aspek fisik, Alonso menambahkan: "Ya, kami tahu Premier League dan permainan di Inggris sangat intens. Anda harus siap menghadapinya. Este sudah bermain, tentu saja, ini musim keduanya. Namun, dia sempat cedera dan masih menjalani proses itu. Percayalah, saya yakin musim ini akan panjang dan Este akan memainkan perannya."

Estevao belum sekali pun menjadi starter di Premier League sejak tiba dari Palmeiras pada Juli 2025. Minimnya kesempatan bermain itu menarik perhatian Paris Saint-Germain, dengan Luis Enrique dilaporkan ingin mendatangkan pemain remaja tersebut ke Parc des Princes pada Januari. Juara Prancis itu tengah menghadapi krisis cedera di lini serang setelah Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele sama-sama harus menjalani perawatan.

Chelsea terbuka untuk melepasnya pada pertengahan musim, tetapi menetapkan syarat ketat bagi peminjaman tersebut. Klub asal London itu hanya akan menyetujui peminjaman tanpa opsi lain, dengan PSG menanggung seluruh gajinya. Mereka juga menginginkan klausul penalti finansial jika Estevao gagal mencapai batas minimum menit bermain yang dijamin di Ligue 1.

Dengan hanya dua kemenangan dari enam pertandingan, Alonso menghadapi periode sulit saat berusaha menjaga kebugaran skuad sekaligus meraih hasil secepatnya. Estevao berharap akhirnya mendapat menit bermain yang berarti, tetapi kepindahan dalam waktu dekat ke Prancis tampaknya menjadi jalan paling realistis untuk bermain secara reguler di tim utama. Chelsea kini harus menata kembali tim dan mengalihkan fokus ke Premier League untuk bangkit dari kekecewaan di Carabao Cup dan naik di klasemen.

Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.

Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.

Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:

XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)

Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.