Kepergian Lewandowski dan Ketidakpastian Nasib Torres Mempersulit Posisi Barcelona
Kepergian Robert Lewandowski dan ketidakpastian yang menyelimuti masa depan Ferran Torres mendorong pelatih asal Jerman, Hansi Flick, untuk mulai mencari alternatif di posisi penyerang murni sejak hari pertama masa persiapan musim baru.
Barcelona berupaya keras merekrut penyerang Atletico Madrid asal Argentina, Julian Alvarez, namun hingga kini klub ibu kota itu tetap mempertahankan jasa pemainnya, dan menolak melepasnya ke Blaugrana.
Di sisi lain, surat kabar "Mundo Deportivo" menyebutkan bahwa Flick tengah menyiapkan solusi untuk seluruh skenario yang mungkin terjadi, dan kini ia memiliki sejumlah opsi untuk diandalkan di posisi false nine.
Flick telah melakukan hal ini dalam beberapa kesempatan dengan Dani Olmo, pemain yang memulai kariernya sebagai penyerang murni di akademi muda Barcelona, kemudian berkembang menjadi gelandang serang atau winger, sehingga posisi penyerang murni bukanlah hal asing baginya, terlebih ia selalu mempertahankan naluri mencetak golnya.
Fermin Lopez merupakan gelandang klasik dari akademi muda Barcelona, tetapi ia tetap menjadi pesaing lain untuk posisi false nine, dan memiliki ciri khas yang unik: kegemarannya melepaskan tembakan. Ia adalah pemain langsung, mahir maju ke depan, dan memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, sehingga menjadikannya kandidat kuat untuk peran ini, meski Flick belum mengujinya.
Kemudian ada pemain asal Brasil, Raphinha, yang pergerakannya, di mata staf teknis, menjadikannya kandidat jelas untuk bermain lebih dalam, begitu pula Lamine Yamal yang memang telah bermain di posisi ini sebanyak dua kali.
Terkait perekrutan, ketika direktur olahraga Deco menjelajahi bursa transfer untuk mencari pemain guna menggantikan kepergian Lewandowski dan kemungkinan kepergian Ferran, ia mencari winger yang mampu bermain di posisi ujung tombak, sehingga ia merekrut Anthony Gordon, yang bermain sebagai penyerang murni bersama Newcastle, dan Karim Adeyemi yang juga mampu memainkan peran ini.
Sebenarnya, Ferran Torres pun bukanlah penyerang murni tradisional, karena Flick mencari kualitas yang sama pada false nine-nya seperti yang ia lihat pada mantan pemain Valencia itu: selain gol, ia menginginkan pemain yang menekan lawan, bergerak tanpa bola, dan bermain di ruang-ruang kosong. Selama masa persiapan musim, ia mencoba dua pemain muda, Ibrahima Toncara dan Toni Fernandez.