"Penghinaan yang Merusak Hubungan": Mengapa Vinicius Merasa Dikhianati oleh Real Madrid?

"Penghinaan yang Merusak Hubungan": Mengapa Vinicius Merasa Dikhianati oleh Real Madrid?

Apa hubungannya dengan Mbappe?

Apa hubungannya dengan Mbappe?

Pekan ini bisa jadi menentukan masa depan bintang Brasil, Vinicius Junior, bersama Real Madrid, setelah sang pemain tiba di pusat latihan Valdebebas pada pagi hari Senin ini untuk memulai latihan pramusim dan menggelar pertemuan pertamanya dengan pelatih baru Jose Mourinho, sebuah langkah yang mungkin akan menyingkap situasi krisisnya dengan manajemen klub kerajaan tersebut.

Surat kabar Katalan "Sport" menyebutkan bahwa penyerang Brasil itu berniat bertemu dengan dewan direksi dalam beberapa hari mendatang untuk menentukan masa depannya secara final: entah memperpanjang kontraknya atau hengkang selama periode transfer saat ini, sesuatu yang bisa memicu salah satu transfer paling menarik musim panas ini, terutama dengan Arsenal Inggris yang mengintai untuk merekrutnya.

Inti dari krisis ini terletak pada penolakan Vinicius terhadap tawaran perpanjangan kontrak dari Real Madrid, karena ia menilai klub tidak menghargainya sebagai pemain kelas dunia, sebab gajinya akan jauh lebih rendah dari gaji bintang Prancis Kylian Mbappe, sesuatu yang oleh pemain Brasil itu dianggap sebagai penghinaan terhadap posisi dan kontribusinya bersama tim.

Situasi antara Vinicius dan Real Madrid mengalami ketegangan yang meningkat sejak beberapa bulan lalu, yang tidak hanya terbatas pada teriakan cemoohan yang diterima pemain Brasil itu di Stadion Bernabeu setelah musim yang sangat labil, tetapi juga karena berlarut-larutnya negosiasi perpanjangan kontrak, yang membuat hubungan antara kedua belah pihak mencapai puncak ketegangan.

Kontrak Vinicius berakhir pada 30 Juni 2027, dan presiden klub Florentino Perez telah mengeluarkan perintah tegas bahwa jika kontrak tidak diperpanjang, pemain tersebut harus dijual dengan nilai yang besar, dalam sebuah kebijakan yang membuat Perez tidak pernah ragu untuk melepas bintang-bintangnya, dengan contoh paling menonjol yaitu sang legenda Cristiano Ronaldo, yang pindah ke Juventus Italia pada tahun 2018 setelah meraih gelar Liga Champions Eropa.

Perselisihan antara Vinicius dan Real Madrid murni bersifat finansial, di mana pemain Brasil itu menganggap tawaran perpanjangan kontrak 4 tahun dari Real Madrid tidak memadai, dan ia membandingkan situasinya dengan situasi Mbappe yang menerima gaji jauh lebih tinggi.

Poin perselisihan pertama berkisar seputar bonus loyalitas yang seharusnya diterima Vinicius saat kontraknya berakhir pada tahun 2027, di mana sang pemain meyakini bahwa begitu diperpanjang, kontrak sebelumnya secara otomatis dibatalkan, dan karena itu ia harus segera menerima jumlah tersebut, sementara Real Madrid menolak pandangan ini dan ingin menegosiasikan bonus tersebut sebagai insentif untuk perpanjangan.

Adapun poin perselisihan kedua adalah gaji tahunan, di mana sumber-sumber yang dekat dengan negosiasi mengindikasikan bahwa tawaran Real Madrid saat ini menurunkan gaji Vinicius lebih dari 10 juta euro per tahun dibandingkan gaji Mbappe, sesuatu yang oleh pemain Brasil itu dianggap sebagai bentuk peremehan terhadap dirinya, terutama karena ia meyakini bahwa ia juga layak mendapatkan peran sebagai pemain strategis di klub.

Real Madrid telah menegaskan bahwa tawaran tersebut bersifat final, tetapi masih ada ruang kecil untuk bernegosiasi.

Dan jika tidak tercapai kesepakatan, maka Vinicius harus mencari tim baru, dan pandangan tertuju kuat ke Arsenal Inggris, klub yang memang telah menghubungi para agen sang pemain untuk membahas kemungkinan merekrutnya dalam sebuah transfer yang bisa menggemparkan bursa transfer Eropa.

Klub London itu siap mengambil risiko dengan menawarkan gaji tertinggi dalam sejarah Liga Primer Inggris, sebuah angka yang mendekati gaji Mbappe saat ini di Real Madrid, dalam upaya menggoda bintang Brasil itu untuk pindah ke Liga Inggris.

Meski demikian, agar transfer itu memungkinkan, Real Madrid harus menurunkan tuntutan finansialnya yang besar, di mana Florentino Perez meminta 170 juta euro meskipun kontrak Vinicius hanya menyisakan satu tahun lagi, sementara Arsenal berupaya mendapatkan sang pemain dengan nilai kurang dari 150 juta euro agar transfer itu layak secara finansial.

Masih ada ruang untuk bernegosiasi antara kedua belah pihak, dan Arsenal sangat serius dalam urusan ini, terutama karena pelatih asal Spanyol Mikel Arteta melihat Vinicius sebagai bagian yang hilang dalam skuad The Gunners.

Prioritas Vinicius tetap bertahan di Real Madrid, sebagaimana ia jelaskan kepada orang-orang terdekatnya, dan klub pun memahami hal itu, tetapi sang pemain tidak ingin bertahan dengan harga berapa pun, melainkan ingin merasakan penghargaan finansial dan moral yang layak ia dapatkan.

Entah Real Madrid akan mengajukan tawaran yang diperbaiki di detik-detik terakhir, atau seluruh situasi akan meledak dan salah satu bintang paling menonjol tim dalam beberapa tahun terakhir akan pergi.

Pelatih Jose Mourinho sangat ingin mempertahankan Vinicius dalam barisan tim, di mana pelatih asal Portugal itu merupakan pendukung kuat pemain Brasil tersebut, dan ia meyakini bahwa hanya sedikit pemain di bursa yang mampu mengubah jalannya pertandingan seperti dirinya.

Mourinho berharap tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, dan ia akan berusaha meredakan keadaan dalam beberapa hari mendatang, dengan memanfaatkan hubungan baiknya dengan manajemen klub serta pengaruh besarnya di ruang ganti.