Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Panpel Persija terancam sanksi akibat insiden pelemparan penonton ke arah pemain Persib Bandung.

Panpel Persija terancam sanksi akibat insiden pelemparan penonton ke arah pemain Persib Bandung.

Match Commissioner mencatat seluruh bukti pelemparan di SUGBK untuk diproses sesuai Kode Disiplin.

Operator I.League menegaskan penegakan aturan berlaku setara untuk semua partai Super League 2026/2027.

Suara.com -PertandinganPersija JakartakontraPersib Bandungpada pekan keduaSuper League2026/2027 sempat diwarnai insiden pelemparan dari tribune penonton.

Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026), tersebut sejatinya berjalan kondusif dan berakhir dengan kemenangan Persija 2-1 di hadapan 58.961 penonton.

Namun, ada satu insiden yang menjadi perhatian. Sejumlah benda dilempar dari arah tribune ke area lapangan ketika para pemain Persib sedang melakukan pemanasan di tepi lapangan.

Gelandang Persib, Beckham Putra, menjadi salah satu pemain yang berada di lokasi saat insiden tersebut terjadi. Pemain Timnas Indonesia itu bahkan sempat menunjukkan patch di lengannya setelah terkena lemparan.

Beckham juga terlihat mengambil air yang dilemparkan dari tribune dan kemudian meminumnya.

Insiden tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya sanksi terhadap panitia pelaksana maupun Persija sebagai klub tuan rumah.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan setiap kejadian dalam pertandingan akan diproses berdasarkan mekanisme dan regulasi yang berlaku.

Menurut Asep, seluruh pertandingan Super League memiliki mekanisme pengawasan yang sama.

Setiap laga juga diawasi langsung oleh Match Commissioner yang bertugas mencatat berbagai kejadian selama pertandingan.

"Saya pikir normal ya, sama statusnya dengan 305 pertandingan lainnya," ujar Asep Saputra kepada awak media.

"Secara khusus pertandingan terlaksana, ada proses persiapan, kan juga kita punya match commissioner di setiap pertandingan," ucapnya.

Asep menjelaskan, Match Commissioner akan mencatat dan melaporkan apabila ditemukan kejadian yang dianggap tidak sesuai dengan regulasi atau Kode Disiplin.

Laporan tersebut nantinya menjadi bagian dari proses untuk menentukan apakah sebuah insiden masuk dalam kategori pelanggaran yang dapat dikenai sanksi.

"Kalau tadi pertanyaan soal ada beberapa tindakan ya mekanisme pertandingan normallah," kata Asep Saputra.

"Match Commissioner akan melihat mengakses, melaporkan, kalaupun terjadi misalnya hal-hal yang tidak sesuai dengan regulasi, kode disiplin, nanti dalam prosedurnya tentu akan diproses," jelasnya.