Suara.com -Pelatih TimnasBangladesh,Thomas Dooley, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah komentar di media sosial yang dinilainya memberikan ekspektasi tidak realistis kepada tim.
Dooley menegaskan bahwa membangun sebuah tim sepak bola membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan.
Pernyataan itu disampaikan menjelang keberangkatan Bangladesh ke Indonesia untuk tampil diFIFA ASEAN Cup 2026.
“Sebagian orang di media sosial tidak memahami realitas sepak bola. Perkembangan tidak terjadi dalam semalam dan staf pelatih tidak bisa mengubah sebuah tim secara instan,” kata Dooley dikutip dari New Age.
Bangladesh akan menghadapi tantangan berat di Grup A. Mereka berada satu grup dengan Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia.
Dalam ranking FIFA terbaru, Bangladesh menempati posisi ke-181. Sementara itu, Malaysia berada di peringkat ke-136, Singapura ke-148, sedangkan Indonesia menempati posisi ke-118.
Bangladesh dijadwalkan mengawali kiprahnya dengan menghadapi Malaysia pada 25 September.
Setelah itu, mereka bertemu Singapura pada 28 September dan Timnas Indonesia pada 1 Oktober 2026.
Dooley menilai harapan Bangladesh untuk segera menembus peringkat 150 dunia merupakan proyek jangka panjang.
Menurutnya, butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasi berbagai persoalan yang membuat level sepak bola Bangladesh masih tertinggal.
“Mengharapkan kami turun ke lapangan dan dengan mudah mengalahkan tim-tim tersebut adalah hal yang tidak realistis. Pramusim profesional biasanya berlangsung selama enam pekan dengan beberapa sesi latihan setiap hari, tetapi kami berusaha membuat para pemain siap bertanding hanya dalam waktu empat pekan,” ujar Dooley.
Bangladesh juga membawa sembilan pemain yang berkarier di luar negeri.
Namun, Dooley menilai kehadiran para pemain diaspora tersebut belum cukup untuk langsung menghapus kesenjangan kualitas.
“Hasil pertandingan sangat bergantung pada kekuatan liga, perkembangan pemain, dan tingkat persiapan, bukan hanya pada kerja keras,” katanya.
Dooley turut menyinggung kritik terhadap para pemain setelah buruknya kiprah Bangladesh pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.