Tan Cheng Hoe menyebut Timnas Indonesia favorit utama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal padat turnamen memaksa Malaysia mengandalkan kedalaman skuad untuk melakukan rotasi pemain secara efektif.
Seluruh laga Divisi 1 digelar di Indonesia dengan format tanpa babak semifinal.
Suara.com -PelatihTimnas Malaysia,Tan Cheng Hoe, mengakuiTimnas Indonesiamenjadi salah satu tim yang paling mendapat perhatian di Grup AFIFA ASEAN Cup 2026. Terlebih, tim Merah Putih diisi pemain-pemain mewah.
Tan Cheng Hoe menilai skuad Garuda layak menyandang status favorit karena memiliki peringkat tertinggi di Grup A. Selain itu, Timnas Indonesia juga akan menjalani seluruh pertandingan Divisi 1 di hadapan pendukung sendiri.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen perdana yang digelar FIFA dengan format dua divisi. Divisi 1 diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup, sedangkan enam negara lainnya bersaing di Divisi 2.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Menurut Tan Cheng Hoe, kekuatan Indonesia membuat Malaysia harus memberikan perhatian khusus ketika kedua tim bertemu.
“Saya rasa semua orang tahu Indonesia akan menjadi favorit di grup. Lalu kami akan menghadapi derbi melawan Singapura, yang selalu menjadi kontes ketat,” kata Tan Cheng Hoe dalam laman resmi FIFA.
Meski menempatkan Timnas Indonesia sebagai favorit, Tan Cheng Hoe tidak ingin Malaysia hanya fokus menghadapi skuad Garuda.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Singapura maupun Bangladesh yang menjadi dua lawan lainnya di Grup A.
“Tentu saja kami tidak bisa meremehkan Bangladesh yang dilatih Thomas Doley, salah satu pelatih berpengalaman di Asia Tenggara,” tutur dia.
Malaysia sendiri membawa modal positif sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya berhasil melaju hingga semifinal Piala AFF 2026.
Sementara itu, langkah Indonesia pada turnamen tersebut harus terhenti di fase grup.
Namun, Tan Cheng Hoe tidak menjadikan hasil Piala AFF 2026 sebagai patokan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, format dan jadwal pertandingan turnamen kali ini akan menjadi tantangan tersendiri.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jadwal pertandingan yang padat. Setiap tim akan menjalani tiga pertandingan dalam waktu yang relatif singkat sehingga kedalaman skuad menjadi faktor penting.
“Harus bermain tiga kali sepekan adalah sulit, jadi kami butuh kedalaman skuad untuk membuat kami bisa rotasi. Kami merasa turnamen ini akan menjadi tes yang bagus untuk melihat di mana kami berada,” ujar dia.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan menggunakan format tanpa semifinal. Juara Grup A dan Grup B langsung bertemu di partai final.
Sementara itu, dua tim yang finis sebagai runner-up akan berhadapan dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Seluruh pertandingan Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di Indonesia. Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat menjadi dua venue yang digunakan sepanjang turnamen.
Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada pertandingan pertama Grup A, kemudian Malaysia dan Bangladesh.