Pelatih Liverpool Andoni Iraola ungkap kemenangan 'bikin ketagihan' jelang laga Carabao Cup melawan Chelsea asuhan Xabi Alonso

Pelatih Liverpool Andoni Iraola ungkap kemenangan 'bikin ketagihan' jelang laga Carabao Cup melawan Chelsea asuhan Xabi Alonso

Pelatih kepala Liverpool, Andoni Iraola, mengungkap dampak psikologis rentetan kemenangan timnya menjelang laga krusial di Piala Carabao. Iraola meyakini bahwa sensasi meraih tiga poin telah menjadi kebiasaan yang sangat ingin dipertahankan skuadnya.

Pelatih kepala Liverpool, Andoni Iraola, mengungkap dampak psikologis rentetan kemenangan timnya menjelang laga krusial di Piala Carabao. Iraola meyakini bahwa sensasi meraih tiga poin telah menjadi kebiasaan yang sangat ingin dipertahankan skuadnya.

Iraola membawa Liverpool menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di Anfield, dengan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi. Kemenangan terbaru diraih di Liga Primer melawan Brighton & Hove Albion. Penampilan efektif dalam kemenangan 2-0 itu semakin memperkuat suasana positif di sekitar klub. Menjelang laga fase gugur kompetisi piala, pelatih asal Spanyol tersebut mengatakan hasil-hasil itu memicu keinginan yang lebih besar di ruang gantinya.

“Tepat setelah pertandingan kami melawan Brighton pada Minggu, saya ditanya seberapa senang saya karena tim meraih empat kemenangan beruntun dan saya bilang saya sangat senang. Tentu saja itu jelas, tetapi ada sisi lain dari kemenangan yang juga sangat penting: kemenangan membuat Anda menginginkan lebih,” kata Iraola disitus resmi klub.

Konsistensi menjadi tujuan utama Iraola di tengah jadwal yang mengharuskan Liverpool bermain setiap beberapa hari. Sang pelatih menekankan pentingnya pertahanan yang solid dan permainan agresif saat beralih dari bertahan ke menyerang, dua hal yang terlihat dalam kemenangan atas Brighton. Ia yakin berpegang pada dasar-dasar taktik tersebut paling mendapat sambutan dari pendukung tuan rumah dan menciptakan atmosfer Anfield yang terkenal mengintimidasi lawan.

“Kemenangan atas Brighton sekali lagi menunjukkan pentingnya menjalankan hal-hal mendasar dengan baik. Saya senang para pendukung kami merespons hal itu. Saya sudah mengetahuinya sejak menjadi pelatih tim lawan, tetapi merasakannya dari sisi ini, terutama saat seluruh penonton bereaksi ketika seorang pemain memenangi tekel atau menunjukkan tekad besar, adalah sesuatu yang, seperti kemenangan, tidak akan pernah membuat saya merasa cukup,” ujarnya.

Upaya meraih kemenangan kelima secara beruntun berlanjut di Piala Carabao melawan Chelsea yang dipimpin sosok yang sangat dikenalnya, Xabi Alonso. Iraola sepenuhnya menyadari sulitnya tantangan tersebut dan membandingkan laga mendatang dengan pertandingan mereka di babak sebelumnya melawan Tottenham. Ia menyebut tim asal London itu memiliki skuad yang sarat kualitas serta pendekatan taktik yang menuntut para pemainnya tampil sebaik mungkin untuk lolos.

“Apa pun kompetisi yang kami ikuti, tim yang kami pilih, atau situasi secara umum, kami selalu ingin menang dan keinginan itu semakin besar ketika Anda tahu arti meraih kemenangan. Keinginan itu juga semakin kuat karena kami tahu bahwa dalam setiap pertandingan, lawan kami memiliki ambisi yang sama persis. Itu pasti berlaku malam ini saat kami menghadapi tim Chelsea yang sangat kuat di Piala Carabao,” jelas pelatih Liverpool itu.

Laga ini juga menjadi momen kembalinya mantan gelandang Liverpool, Alonso, ke Anfield. Ia tetap menjadi sosok yang dicintai di Merseyside. Iraola mengakui hubungan istimewa antara pelatih Chelsea itu dan para pendukung di Anfield, tetapi menegaskan bahwa perasaan tersebut akan dikesampingkan begitu pertandingan dimulai. Rasa hormat profesional di antara kedua pelatih sangat besar, tetapi kepentingan untuk meraih kemenangan lebih besar lagi.

“Xabi adalah seseorang yang saya kenal baik dan sangat disayangi oleh para pendukung kami. Jadi, saya ingin menyambutnya dengan sehangat mungkin, sembari menyadari bahwa begitu pertandingan dimulai, tak seorang pun yang terlibat akan memberi kemudahan kepada siapa pun. Tak seorang pun dari kami menginginkan hal yang berbeda,” pungkas Iraola.

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.