Pelatih kepala Denmark, Brian Riemer, mengungkapkan alasan di balik keputusan sulit untuk tidak memasukkan bek Barcelona, Andreas Christensen, ke dalam skuad terbarunya untuk pertandingan Nations League mendatang. Bek tengah itu masih absen akibat masalah pada paha yang tak kunjung pulih, sehingga tim nasional harus mencari opsi lain untuk menjaga kestabilan lini pertahanan.
Denmark kembali tidak dapat diperkuat Christensen dalam laga-laga penting Liga Negara UEFA mendatang. Bek tengah Barcelona itu tidak bisa dipilih sejak September setelah mengalami cedera paha saat klubnya menang 3-1 atas Sevilla. Absennya Christensen masih menjadi pukulan besar bagi tim nasional. Meski tim medis Denmark telah berupaya berkoordinasi dengan tim medis Barcelona di Katalonia, pemain berusia 30 tahun itu dinilai belum cukup bugar untuk kembali membela negaranya. Karena itu, Rasmus Nicolaisen dipanggil ke skuad sebagai pelapis di lini pertahanan.
Riemer menjelaskan upaya yang telah dilakukan untuk membawa mantan pemain Chelsea itu kembali ke skuad. "Saya telah berbicara dengan Hansi Flick mengenai AC, dan staf medis kami tentu telah berhubungan dengan staf Barcelona. Kami sudah berusaha melakukan semua yang kami bisa. Kami juga sering berbicara dengan AC. Meski dia salah satu pemain terpenting kami, kami belum bisa membuatnya siap bermain," katanya kepadaTV 2 Sport.
Riemer lebih lanjut menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Kesehatan jangka panjang sang pemain menjadi prioritas ketimbang keuntungan jangka pendek. "Meski dia mungkin bisa berada di bangku cadangan Barcelona pada Minggu, kondisinya masih jauh dari siap untuk bermain sebagai starter sehingga dia perlu memulihkan kondisinya secara bertahap dengan benar. Risiko bagi dirinya, Barcelona, dan tim nasional terkait kesehatannya ke depan membuat kami harus menangani semuanya dengan benar. Ada kesepakatan luas mengenai hal itu," tambah sang pelatih.
Meski absennya Christensen terasa, Riemer menyatakan keyakinannya terhadap para pemain yang telah mengisi kekosongan tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Pelatih Denmark itu menekankan bahwa timnya sudah terbiasa bermain tanpa bek andalannya, sehingga dampak dari absennya Christensen yang berkepanjangan tidak terlalu besar. Ia menunjuk penampilan Joachim Andersen dan Oliver Provstgaard, yang menjadi andalan di lini belakang dalam empat pertandingan internasional terakhir, sebagai alasan untuk optimistis menjelang laga melawan Portugal dan Norwegia.
"Saya akan mengatakannya begini: masalahnya akan lebih besar jika tim nasional tidak terbiasa bermain tanpa Andreas Christensen. Namun, kami sudah terbiasa. Jadi, saya juga bisa mengatakan bahwa saya sebenarnya cukup tenang dengan Joakim Andersen dan Oliver Provstgaard, yang bermain sangat baik dalam empat pertandingan terakhir," ujar Riemer.
Christensen bukan satu-satunya pemain penting Denmark yang absen. Patrick Dorgu dari Manchester United juga dipastikan tidak bisa tampil dalam dua pertandingan tersebut. Dorgu mengalami cedera pada jeda internasional sebelumnya. Meski hampir kembali berlatih bersama tim utama di Old Trafford, ia dinilai belum siap menghadapi tuntutan pertandingan internasional. Riemer mengungkapkan bahwa klub Liga Primer Inggris itu pada akhirnya mengambil keputusan terkait ketersediaan pemain muda tersebut untuk laga-laga November.
Membahas pemain muda United itu, Riemer mengatakan: "Dia nyaris bisa masuk skuad United akhir pekan ini. Sayangnya, dia sudah cukup lama cedera dan cederanya relatif kompleks. Karena itu, jarak antara siap duduk di bangku cadangan dan siap bersaing dalam pemusatan latihan tim nasional, ketika Anda harus mampu bermain dan menjadi starter, sayangnya masih terlalu jauh. Dalam hal ini, keputusannya relatif sederhana karena, saat kami berdialog dengan United, mereka memutuskan dia tidak bisa siap tepat waktu."
Denmark kini menghadapi jadwal yang menantang dalam upayanya mengamankan posisi di klasemen Liga Negara UEFA. Tim tersebut akan bertandang menghadapi Portugal pada 14 November sebelum kembali ke Parken untuk menjamu Norwegia pada 17 November. Absennya para pemain senior kunci akan menguji kedalaman skuad saat Riemer berupaya menerapkan visi jangka panjangnya bagi tim sembari menangani persoalan cedera yang dihadapi saat ini.
Penjaga gawang:Andreas Jungdal, Mads Hermansen, Filip Jorgensen.
Bek:Joachim Andersen, Rasmus Nicolaisen, Oliver Provstgaard, Victor Nelson, Rasmus Nissen Kristensen, Alexander Bah, Joakim Maehle, Victor Bak.
Gelandang:Pierre-Emile Hojbjerg, Victor Froholdt, Mads Bidstrup, Morten Hjulmand, Albert Gronbaek, Mathias Jensen.
Penyerang:Mikkel Damsgaard, Gustav Isaksen, Mohamed Daramy, Jesper Lindstrom, Andreas Olsen, Rasmus Hojlund, William Osula.
Ditulis olehDonny Afroni
Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.
Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.
Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.
Bidang yang ditekuni:
Menganalisa dan meliput pertandingan Super League
Memberikan penilaian terhadap pemain abroad
Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional
Momen tak terlupakan:
Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.