KOMPAS.com -Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Bidang Administrasi Turnamen Piala Presiden 2026, Risha Ady Wijaya, buka suara terkait padatnya jadwal Piala Presiden 2026.
Dia mengatakan jadwal ini sudah mendapat persetujuan dari AFC dan telah dikomunikasikan dengan klub-klub peserta sedari awal turnamen.
Turnamen pramusimPiala Presiden2026 diterpa protes dari sejumlah klub peserta yang mengeluhkan terkait padatnya jadwal yang harus dijalani para peserta.
Sebagai contoh, jadwal final digulirkan dengan jarak hanya dua hari dari semifinal.
Sebelumnya, bek sekaligus kaptenPersija Jakartadi Piala Presiden, Ilham Rio Fahmi, sempat mengeluhkan soal jadwal padat.
Baca juga:Mohamed Salah Tiba di Turki, Selangkah Lagi Berseragam Trabzonspor
Kritik yang sama juga dilontarkan oleh pelatihPersib Bandung, Igor Tolic, yang mempertanyakan tentang aturan waktu istirahat FIFA yang berdurasi minimal 72 jam.
Sementara, waktu yang dimiliki Persib Bandung dan Persebaya Surabaya untuk mempersiapkan diri menuju final hanya sekitar 48 jam.
Menjawab isu tersebut, Risha Ady menyatakan bahwa aturan 72 jam itu dibuat untuk kompetisi yang bergerak di bawah FIFA.
Sementara, penyelenggaraanPiala Presiden 2026sudah mendapatkan persetujuan dari AFC sebagai induk organisasi tertinggi sepak bola Asia.
"72 jam waktu istirahat itu adalah rekomendasi FIFA terhadap anggotanya dengan catatan untuk turnamen antarfederasi artinya antarnegara seperti timnas kita bertanding dengan Singapura atau Malaysia dan lain-lain dan tentunya juga khusus untuk kompetisi di bawah FIFA langsung," kata Risha dalam konferensi pers Road toFinal Piala Presiden 2026di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca juga:Ungkap Alasan Pilih Barcelona, Agen Jesse Bisiwu: Ini Proyek Terbaik Jangka Panjang
"Untuk Piala Presiden 2026 ini kami sudah mendapatkan persetujuan dari AFC di mana untuk mendapatkan persetujuan itu kami juga memberikan jadwal regulasi dan hal-hal administrasi lainnya," tegas dia.
Selain itu, Risha menambahkan bahwa jadwal yang telah ditentukan sudah disosialisasikan kepada seluruh klub peserta mulai dari briefing awal kompetisi sampai sesi Match Coordination Meeting (MCM).
Para peserta pun diberikan kebebasan untuk melakukan pergantian hingga 12 pemain dalam satu pertandingan.
"Kami pun sudah bersosialisasi sebanyak tiga kali kepada klub-klub, dimulai dari dengan tim briefing secaraonlinekarena ada beberapa klub masih di negara masing-masing, termasuk juga MCM yang kita lakukan baik Grup A dan Grup B," ucap Risha.
"Dan untuk mengantisipasi tentangscheduleyang sangat ketat, kami memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk melakukan rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan."
Baca juga:Persib Vs Persebaya, Bernardo Tavares Sebut Laga David Lawan Goliath