Palmeiras dan Estudiantes de La Plata memastikan tempat di final CONMEBOL Libertadores 2026 setelah melalui adu penalti dramatis di semifinal. Penampilan gemilang dua penjaga gawang, Carlos Miguel dan Fernando Muslera, menjadi penentu terselenggaranya pertemuan bersejarah di Estadio Centenario, Montevideo, pada 28 November.
Dua tim kuat Amerika Selatan, Palmeiras dan Estudiantes de La Plata, akan memperebutkan gelar juara kontinental dalam final CONMEBOL Libertadores 2026 pada 28 November di Estadio Centenario, Montevideo. Kedua semifinal ditentukan lewat adu penalti setelah drama menegangkan pada leg kedua.
Palmeiras menyingkirkan juara 2023 Fluminense dengan skor 5-3 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang agregat 2-2. Sementara itu, Estudiantes bertahan dengan sepuluh pemain di Maracana untuk menyingkirkan juara bertahan Flamengo dengan skor 3-2 lewat adu penalti.
Estudiantes, yang telah empat kali menjadi juara, mengincar gelar kelima, sementara Palmeiras asuhan Abel Ferreira memburu gelar keempat.
Kiper Estudiantes Fernando Muslera tampil luar biasa melawan Flamengo dengan menggagalkan tiga penalti beruntun dari Jorginho, Lucas Paquetá, dan Bruno Henrique. Kiper Uruguay berusia 40 tahun itu melewati leg kedua tanpa gol, ketika Estudiantes harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 40 menit setelah Baltasar Rodríguez mendapat kartu merah.
Setelah aksi gemilangnya di Maracana,Muslera mengenang perjalanan emosionalnyamenyusul kiprah sulit di Piala Dunia. “Secara pribadi, sepakbola selalu memberi Anda kesempatan lain,” kata Muslera.
“Dalam adu penalti, kiper punya keuntungan tambahan untuk bisa berkontribusi,” tambahnya, seraya menyinggung “kebahagiaan karena ingin mewujudkan impian, karena mengambil tanggung jawab pada masa-masa baik maupun masa-masa yang tidak begitu baik.”
Pelatih kepala Palmeiras Abel Ferreira mencapai final Libertadores keempatnya dalam tujuh musim setelah penyelamatan penentu Carlos Miguel atas penalti Nonato dari Fluminense. Pelatih asal Portugal itu kembali ke Estadio Centenario, tempat ia pernah mengangkat trofi pada 2021.
Ferreira, yang telah meraih sebelas gelar selama enam tahun menukangi Palmeiras,tetap berfokus pada pencapaian tim ketimbang pencapaian pribadi.
“Rekor, waktu... Bukan itu yang memotivasi saya,” kata Ferreira sebelumnya. “Saya sangat menghormati sejarah Palmeiras; tidak ada yang lebih besar daripada Palmeiras. Saya senang berada di Palmeiras.”
Laga puncak di Montevideo membawa sejarah kembali ke titik awal: pertandingan ulang final Libertadores 1968, ketika Estudiantes mengalahkan Palmeiras di Estadio Centenario untuk meraih trofi kontinental pertama mereka.
Palmeiras tampil di final kedua secara beruntun setelah menjadi runner-up pada 2025. Mereka mengandalkan kiper Carlos Miguel, yang menggagalkan penalti-penalti penting di perempat-final melawan LDU Quito dan semifinal melawan Fluminense.
Estudiantes kembali ke final untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, dengan target mengulangi keberhasilan mereka pada 2009 di tanah Uruguay.
Seorang jurnalis olahraga dengan pengalaman hampir satu dekade, memulai perjalanan profesionalnya di Tabloid BOLA yang legendaris di Indonesia dari tahun 2017 hingga edisi cetak terakhirnya pada Desember 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan GOAL, berkontribusi sebagai penulis lepas untuk FIFA, serta bekerja di departemen media Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Bersamaan dengan karier jurnalistiknya, ia juga aktif sebagai komentatorplay-by-playsiaran langsung sepak bola Indonesia sejak tahun 2017. Meraih gelar sarjana Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.