NEC tampaknya masih menanti penutupan bursa transfer musim panas yang hektis. Setelah Kodai Sano, kini Sami Ouaissa juga ingin mengambil langkah berikutnya, demikian dilaporkanVoetbal International.
Ouaissa sudah cukup lama dikaitkan dengan Feyenoord, tetapi sejauh ini klub Rotterdam itu belum mengajukan pendekatan untuknya. Kemungkinan mereka lebih dulu menunggu kepergian Anis Hadj Moussa, sebelum direktur teknik Dévy Rigaux benar-benar bergerak.
“Feyenoord harus lebih dulu datang, sejauh ini minat konkretnya masih minim,” kata pengamat klub Sander Janssen kepadaVI. “Dari luar negeri juga ada sedikit ketertarikan, tetapi Ouaissa memang sangat ingin ke Feyenoord. Supaya dia bisa tetap bermain di Belanda, langkah yang bijak.”
Apakah Feyenoord akan datang ke NEC pada bursa transfer musim panas ini masih harus ditunggu, karena awal pekan ini mereka juga sudah mencapai kesepakatan personal dengan Nikolaus Wurmbrand. Namun, Rigaux baru ingin mengajukan tawaran resmi kepada Rapid Wien ketika ia berhasil mewujudkan ‘transfer keluar besar’ di Feyenoord. Jadi, NEC untuk sementara juga masih harus menunggu.
“Ini juga sedikit menjadi posisi mewah bagi mereka,” lanjut Janssen. “Sebab mereka sudah mendatangkan pengganti Ouaissa, yaitu Emre Mor dan Adam Tahaui. Pada akhirnya memang sudah ada juga kesepakatan dengan dirinya. Bukan berarti mereka akan melepasnya dengan harga murah, tetapi mereka benar-benar akan ikut memikirkan solusinya.”
“Tetapi, jika Feyenoord menginginkannya, maka harga yang diminta harus dipenuhi. NEC membidik 10 juta euro, sama seperti yang mereka lakukan pada Önal. Dan tentu saja masih ada sedikit ruang negosiasi. Jika misalnya menjadi 9 juta euro plus persentase penjualan kembali, benar-benar masih bisa diatur.”
Jelas bahwa Ouaissa masih membidik transfer dalam beberapa pekan ke depan. Pada Selasa sudah terungkap bahwa Kodai Sano sedang melaju kencang menuju PSV: ia akan menjalani tes medis pada Rabu. Basar Önal sebelumnya hengkang ke Lille OSC dengan nilai 12,5 juta euro.