Metode kerja Erik ten Hag yang tidak biasa bisa menjadi masalah di Twente

Metode kerja Erik ten Hag yang tidak biasa bisa menjadi masalah di Twente

Cara Erik ten Hag menjalankan perannya sebagai direktur teknik FC Twente sangat tidak biasa, tulis Jeroen Kapteijns dalam sebuah analisis untukDe Telegraaf.

Cara Erik ten Hag menjalankan perannya sebagai direktur teknik FC Twente sangat tidak biasa, tulis Jeroen Kapteijns dalam sebuah analisis untukDe Telegraaf.

Ten Hag ditunjuk sebagai direktur teknik Twente beberapa bulan lalu, klub yang juga lama ia bela saat masih menjadi pemain.

Pria kelahiran Haaksbergen itu memulai dengan meyakinkan dan berhasil memperpanjang kontrak Ruud Nijstad. Dengan demikian, Nijstad terhindar dari incaran berbagai klub top dari dalam dan luar negeri.

Mats Rots dijual ke TSG Hoffenheim seharga lima belas juta euro, sementara Wout Weghorst, Joël Drommel, dan Ramiz Zerrouki didatangkan ke De Grolsch Veste.

Meski begitu, setelah duel dua leg melawan Ferencváros, masih banyak pekerjaan rumah bagi Ten Hag. Tim asuhan John van den Brom kalah agregat 4-3 dalam dua pertandingan.

Menurut De Telegraaf, Ten Hag menjalankan perannya sebagai direktur teknik dengan cara yang tidak biasa. “Cara dia menjalaninya tidak biasa dan berpotensi menjadi isu,” tulis Kapteijns.

“Dia tidak pernah absen dalam sesi latihan, setiap hari berada di kompleks latihan, selalu ikut dalam pembahasan pertandingan, dan datang ke ruang ganti Twente baik sebelum maupun sesudah pertandingan.”

“Pengaruh sebesar itu dari seorang direktur teknik sangat tidak biasa di Belanda dan bisa menambah tekanan bagi Van den Brom serta para pemain, terutama jika musim tidak berjalan sesuai harapan.”