Kesepakatan di ambang kegagalan
Kepindahan pemain Prancis, Moussa Diaby, dari Al Ittihad ke klub Jerman, Bayer Leverkusen, mendapat pukulan mengejutkan setelah kesepakatan tersendat dalam beberapa jam terakhir akibat perselisihan terkait hak-hak finansial pemain, meski Diaby sebenarnya sudah bergerak sebagai persiapan menuntaskan kepulangannya ke Liga Jerman.
Menurut surat kabar Saudi "Al Riyadiyah", Diaby hingga kini belum mencapai kesepakatan final dengan Al Ittihad terkait hak-hak finansialnya, yang menyebabkan penyelesaian proses kepindahannya ke Leverkusen terhambat, sehingga masa depan kesepakatan ini menggantung hingga perselisihan antara pemain dan klubnya saat ini terselesaikan.
Baca juga:Video: Ronaldo menghancurkan Al Sahlawi dan bertakhta di puncak daftar top skor Al Nassr di Liga Roshn
Diaby sebenarnya sudah masuk ke dalam suasana kepindahan ke Jerman, di tengah kemajuan negosiasi antara Al Ittihad dan Leverkusen, namun ketiadaan kesepakatan mengenai aspek-aspek finansial yang tersisa mengembalikan berkas ini ke titik perundingan, dan memaksa penantian lebih lama sebelum kesepakatan ditutup secara resmi.
Surat kabar itu menjelaskan bahwa jam-jam mendatang akan menjadi penentu nasib kesepakatan, karena Al Ittihad dan pemain berupaya mencapai formula akhir mengenai hak-hak finansial, yang memungkinkan penyelesaian kepindahan sang winger Prancis ke Bayer Leverkusen.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Pentingnya perselisihan ini tidak hanya terkait dengan masa depan Diaby, tetapi juga meluas hingga ke pergerakan Al Ittihad di bursa transfer, terutama karena klub Saudi tersebut menunggu penutupan berkas kepergian pemain guna menyelesaikan transfer pemain Jepang, Ritsu Doan, yang pada gilirannya sudah mendekati bergabung dengan "Al Ameed".
Dengan demikian, transfer Diaby menjadi mata rantai terakhir sebelum Al Ittihad bergerak untuk menuntaskan transfer Doan, di mana klub perlu menyelesaikan detail-detail yang tersisa dengan sang winger Prancis terlebih dahulu, kemudian menuntaskan proses terkait pemain Jepang tersebut.
Posisi Diaby tetap terbuka hingga perselisihan finansial diselesaikan, sementara Al Ittihad berharap dapat menuntaskan berkas ini dengan cepat agar rencana penguatan tim mereka tidak terhambat, sedangkan Leverkusen di sisi lain menunggu lampu hijau untuk mendapatkan kembali mantan pemainnya secara resmi.