Steven Gerrard mengecam keras enam pemain Manchester United yang menurutnya tidak lagi cukup bagus untuk membela klub bersejarah itu. Legenda Liverpool tersebut angkat bicara setelah Manchester United dipermalukan Bournemouth 3-0 di kandang, hasil yang membuat manajer Michael Carrick harus berjuang mempertahankan jabatannya.
Gerrard melontarkan kritik tajam terhadap skuad United saat ini dan secara terang-terangan menyebut enam pemain yang menurutnya tidak memenuhi standar. Komentarnya muncul setelah kekalahan telak 3-0 di kandang dari Bournemouth yang membuat klub itu terjerumus ke dalam krisis. Kekalahan terbaru dari Bournemouth tersebut membuat United terpuruk di peringkat ke-16 klasemen liga. Mereka kini hanya unggul satu poin dari zona degradasi, sehingga seluruh skuad berada di bawah tekanan besar.
Posisi Carrick kini mendapat sorotan tajam. Namun, Gerrard menilai kualitas pemain yang tersedia bagi Carrick menjadi penyebab utama buruknya performa mereka di kompetisi domestik.
Berbicara diOverlap Daily, Gerrard menyebut Bruno Fernandes sebagai satu-satunya pemain istimewa dalam skuad dan mengatakan bahwa ia “menyenangkan untuk ditonton”. Namun, mantan kapten Liverpool itu tak menahan kritik saat menilai pilihan pemain bertahan klub.
“Kalau Anda melihat seluruh skuad, lihat empat bek mereka. Harry Maguire punya karier yang sangat bagus. Luke Shaw, saya pernah bermain bersama Luke, dia pemain papan atas pada masanya,” jelas Gerrard. “Mereka bukan lagi pemain yang layak untuk Manchester United. Mereka seharusnya dilepas lebih cepat.
“Lisandro Martinez tahun lalu hanya memikirkan Piala Dunia. Dia kembali dan melihat bahwa empat atau lima pemain yang dia inginkan belum direkrut... menurut versinya. Dia lalu tampil dan bicara demi kepentingannya sendiri, kemudian cedera, keluar saat jeda babak pertama setelah terkena tendangan [melawan Leeds], tetapi sudah fit untuk pertandingan berikutnya. Bagi saya, ada yang tidak beres.”
United mengeluarkan dana besar pada musim panas untuk merombak lini tengah, mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea seharga £50 juta dan Carlos Baleba dari Brighton seharga £70 juta. Kedua transfer itu diharapkan menjadi pilar sistem baru Carrick. Namun, Gerrard bersikeras bahwa kedua rekrutan mahal tersebut tidak memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Lihat lini tengah mereka. Mereka merekrut pemain dari Chelsea seharga £50 juta, [Andrey] Santos, yang tidak layak menjadi pemain Manchester United. Lalu persoalannya beralih ke pihak yang lebih tinggi yang menangani perekrutan,” kata Gerrard.
“Mengapa Anda merekrut pemain yang tidak cukup bagus untuk bermain bagi Manchester United? Mereka memang satu-satunya pemain yang bisa Anda tarik sekarang, tetapi dia bukan pemain yang layak untuk Manchester United. Baleba, £70 juta. Dia punya potensi. Dia belum siap membantu Manchester United bersaing di papan atas liga saat ini.
“Lihat sisi sayap. Ketika saya bermain melawan United, mereka punya [Ryan] Giggs dan [David] Beckham, pemain-pemain kelas dunia. Sekarang saya melihat sisi sayap mereka. Amad [Diallo] yang masih muda. Penampilannya naik turun. Ketika bermain bagus, dia memang bagus. Tetapi dia belum menunjukkan apa-apa musim ini.”
Carrick diperkirakan tetap akan memimpin latihan pada Selasa meski keresahan terus meningkat. Namun, masa depannya dalam jangka panjang di Old Trafford masih sangat tidak pasti setelah rentetan hasil buruk.
Para petinggi klub dilaporkan sedang mempertimbangkan sejumlah kandidat ternama sebagai calon pengganti. Eddie Howe, Antonio Conte, dan Julian Nagelsmann sama-sama dikaitkan dengan kursi pelatih jika pergantian dilakukan.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global