Inter Milan sudah lima kali comeback dalam delapan laga Serie A. Produktivitas 23 gol membawa Nerazzurri ke puncak, tetapi pertahanan masih menjadi masalah.
Liputan6.com, Jakarta -Inter Milankembali menunjukkan kemampuan bangkit dari ketertinggalan. Pada akhir pekan lalu, Minggu (25/10/2026), Nerazzurri menaklukkan Fiorentina dengan skor 2-1 setelah mencetak dua gol pada masa injury time di Stadion Giuseppe Meazza.
Kemenangan itu menambah catatan comeback Inter di Serie A 2026/2027. Sebelum menghadapi Fiorentina, tim asuhan Cristian Chivu tersebut juga beberapa kali tertinggal lebih dulu, tetapi mampu mengubah situasi menjadi hasil positif.
Kemampuan bangkit tentu menjadi modal penting bagi juara bertahan dalam persaingan mempertahankan gelar. Namun, terlalu sering berada dalam posisi tertinggal juga menyisakan pertanyaan: apakah Inter benar-benar memperlihatkan mentalitas juara, atau justru belum cukup solid dalam menjaga pertahanan?
Dua hal itu bisa berjalan beriringan. Inter memiliki daya juang untuk terus menekan hingga akhir pertandingan, tetapi kebiasaan mengejar ketertinggalan berisiko menjadi masalah ketika mereka menghadapi lawan yang lebih efektif memanfaatkan peluang.
Ingin tahu jadwal pertandingan Liga Italia terbaru? Intip selengkapnyadi sini.
Fiorentina bukan lawan pertama yang membuat Inter harus mengejar ketertinggalan pada musim ini. Sebelum meraih kemenangan dramatis tersebut, Nerazzurri sudah melakukan comeback saat menghadapi Napoli, Udinese, AS Roma, dan Bologna.
Inter mengalahkan Napoli dengan skor 3-2 setelah tertinggal dua gol. Mereka kemudian membalikkan keadaan dari posisi 0-2 untuk menaklukkan Udinese dengan skor 5-3.
Saat menghadapi AS Roma, Inter juga sempat tertinggal dua gol sebelum Lautaro Martinez mencetak dua gol untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan. Pertandingan itu berakhir imbang 2-2, sehingga Nerazzurri tetap membawa pulang satu poin.
Comeback keempat terjadi ketika Inter menghadapi Bologna. Setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Tommaso Pobega, Nerazzurri bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.
Kemenangan atas Fiorentina akhirnya melengkapi catatan itu menjadi lima comeback dalam delapan pertandingan. Inter pun berhasil mengumpulkan total 13 poin dari situasi ketika mereka lebih dulu tertinggal.
Produktivitas lini depan menjadi salah satu alasan Inter tetap mampu meraih hasil positif meski beberapa kali berada dalam situasi sulit. Hingga pekan kedelapan, mereka telah mencetak 23 gol di Serie A, jumlah terbanyak dibandingkan tim lain di kompetisi tersebut.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Namun, ketajaman itu belum sepenuhnya diimbangi pertahanan yang solid. Inter sudah kebobolan 13 gol dalam delapan pertandingan, angka yang menjadi catatan tersendiri bagi tim yang sedang berusaha mempertahankan gelar. Kebobolan lebih dulu memang tidak selalu berujung kehilangan poin. Akan tetapi, jika lawan mampu menjaga keunggulan dengan lebih disiplin atau Inter gagal memaksimalkan peluang, kebiasaan comeback tersebut tidak selalu bisa menyelamatkan mereka. Situasi ini memperlihatkan pekerjaan rumah Cristian Chivu. Inter perlu mempertahankan produktivitas lini depan sekaligus memperbaiki organisasi pertahanan agar tidak terus bergantung pada gol-gol balasan.