Sebuah laporan media pada Selasa hari ini menyebutkan bahwa Paris Saint-Germain telah menyusun rencananya agar salah satu pemainnya meraih penghargaan Ballon d'Or 2026.
Paris Saint-Germain bersaing memperebutkan penghargaan Ballon d'Or dengan sembilan pemain, ditambah Ferran Torres yang bergabung musim panas ini dari Barcelona.
Daftar kandidat dari kubu Paris meliputi: Achraf Hakimi, Nuno Mendes, Vitinha, Marquinhos, Joao Neves, Willian Pacho, Fabian Ruiz, Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, dan Ferran Torres.
Situs "Foot Mercato" menyebutkan bahwa klub Prancis itu memandang trio Fabian Ruiz, Khvicha Kvaratskhelia, dan Ousmane Dembele sebagai yang paling berpeluang di antara para pemainnya yang lain.
Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya. Fabian Ruiz adalah satu-satunya pemain yang memenangi Liga Champions dan Piala Dunia musim ini, tetapi ia menghadapi kurangnya perhatian dibandingkan pemain lain, ditambah cederanya selama tiga bulan pertama tahun ini.
Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora
Adapun Kvaratskhelia, yang meraih penghargaan pemain terbaik Liga Champions musim lalu, ia tampil menentukan di seluruh laga fase gugur mulai dari pertandingan leg kedua babak playoff. Namun, masalahnya terletak pada ketidakhadirannya di Piala Dunia.
Terakhir, Dembele, adalah pemenang penghargaan edisi sebelumnya sekaligus top skor tim. Kendati demikian, penampilannya tidak menakjubkan secara statistik, dan ia sempat mengalami beberapa cedera.
Para bintang Paris akan menghadapi persaingan sengit dari para pemain tangguh, mulai dari Rodri, Lamine Yamal, Kylian Mbappe, Harry Kane, hingga Michael Olise.
Dan untuk memperkuat peluang Paris Saint-Germain mempertahankan Ballon d'Or, klub itu mengambil keputusan berani.
Menurut surat kabar "Le Parisien", klub asal Paris itu memilih membatasi opsinya hanya pada dua kandidat, bukan tiga. Sebuah keputusan harus diambil, dan Fabian Ruiz-lah yang membayar harganya.
Gelandang itu menghadapi kurangnya apresiasi secara umum, meskipun penampilan dan rekam jejaknya yang gemilang menjadikannya kandidat yang layak. Ia juga bukan pemain yang bergantung pada statistik, berbeda dengan kedua rekannya.
Mulai sekarang hingga 26 Oktober, tanggal penyelenggaraan acara yang akan digelar di London tahun ini, Paris Saint-Germain akan menyorotkan lampu ke Dembele dan Kvara, yang dianggap sebagai harapan terbaik mereka.
Berdasarkan jalannya kampanye dukungan, penampilan tiap kandidat, bahkan jajak pendapat, kubu Paris bisa saja menyempurnakan pilihannya dan mengutamakan satu kandidat.
Bahkan, pertandingan Minggu mendatang melawan Marseille bisa sangat memengaruhi keputusan manajemen.
Beginilah cara kerja semua klub. Real Madrid, misalnya, memilih Mbappe ketimbang Bellingham, Barcelona memilih Yamal ketimbang Rodri, dan Bayern Munich memilih Kane ketimbang Olise.
Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora