Mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya: Ibu Mbappe memicu kontroversi luas di Prancis

Mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya: Ibu Mbappe memicu kontroversi luas di Prancis

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memicu kontroversi luas di kalangan olahraga Prancis, Fayza Lamari, ibu bintang Prancis Kylian Mbappe, memberlakukan larangan ketat penggunaan telepon genggam di dalam fasilitas klub Malherbe Caen, yang sebagian besar sahamnya dimiliki putranya.

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memicu kontroversi luas di kalangan olahraga Prancis, Fayza Lamari, ibu bintang Prancis Kylian Mbappe, memberlakukan larangan ketat penggunaan telepon genggam di dalam fasilitas klub Malherbe Caen, yang sebagian besar sahamnya dimiliki putranya.

Surat kabar Prancis "L'Equipe" yang tersebar luas mengungkap bahwa Fayza mengambil keputusan tegas ini dengan tujuan mendorong pengembangan bakat-bakat muda di klub, serta menumbuhkan semangat keselarasan dan kebersamaan di antara para pemain, jauh dari gangguan yang ditimbulkan oleh perangkat pintar. Surat kabar itu tidak mengungkap jabatan resmi atau peran administratif yang diemban Lamari di klub yang mengalami degradasi menyakitkan ke divisi tiga pada musim lalu.

Pujian resmi untuk keputusan berani

Mathieu Bodmer, direktur olahraga baru Malherbe Caen, tak butuh waktu lama untuk memuji keputusan Fayza Lamari, menyebutnya sebagai langkah strategis ke arah yang benar menuju pembangunan masa depan yang lebih baik bagi klub.

Bodmer mengatakan dalam pernyataan pers: "Proyek keluarga Mbappe dengan para pemain muda sangat menarik minat saya. Andai Anda melihat apa yang diterapkan di bidang pendidikan, tempat tinggal, gizi, dan dukungan kemanusiaan, Anda akan menyadari betapa besar upaya yang dikerahkan."

Ia menambahkan dengan antusias: "Fayza telah memberlakukan larangan total penggunaan telepon genggam di dalam pusat latihan, sebuah keputusan hebat dan berani yang membuat para pemain muda berdialog, berinteraksi, dan hidup bersama jauh lebih baik dari sebelumnya."

Mbappe, bintang Real Madrid saat ini, mengambil alih sebagian besar kepemilikan klub Caen pada September 2024, di mana ia menyuntikkan investasi besar senilai 15 juta euro melalui dana investasinya "Coalition Capital", untuk membeli 80% saham klub yang tengah terpuruk itu. Ia juga melunasi sebagian besar utang yang menumpuk, sementara kepemilikan 20% sisanya berada di tangan Pierre-Antoine Capton, ketua dewan direksi saat ini.

Kritik pedas dari para suporter

Namun, Mbappe dan keluarganya menghadapi gelombang besar kritik pedas dari para suporter Malherbe Caen yang murka, yang membebankan tanggung jawab penuh atas terdegradasinya klub secara memalukan ke divisi tiga, dalam kejatuhan bersejarah yang dianggap sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah klub bergengsi itu.

Menanggapi kritik tajam tersebut, Bodmer berkomentar: "Menurut saya kritik-kritik ini sama sekali tidak adil, dan saya tidak mengatakan ini hanya karena Kylian adalah pemilik utama klub, tetapi karena ada kesulitan-kesulitan besar yang sudah ada bahkan sebelum kedatangan keluarga Mbappe. Ya, apa yang terjadi adalah hasil wajar dari kesalahan-kesalahan yang menumpuk selama bertahun-tahun, seperti yang terjadi di semua klub yang mengalami krisis. Saya sangat menghormati investasinya yang berani pada saat kondisi sangat rumit dan penuh risiko."

Hubungan profesional yang jauh dari campur tangan

Ketika ditanya tentang sifat hubungan langsungnya dengan Mbappe, Bodmer, yang bermain untuk Malherbe Caen pada periode antara tahun 1998 dan 2003, menegaskan bahwa ia belum berbicara langsung dengannya sejak menjabat di posisi barunya.

Ia menjelaskan dengan penuh keyakinan: "Pada hari ketika kami benar-benar perlu berkomunikasi, hal itu akan terjadi secara alami dan spontan. Kylian memiliki karier sepak bola yang luar biasa yang harus ia kelola dan fokuskan. Bagi saya, kesenangan tertinggi dan tujuan termulia adalah mengatakan kepada Kylian: dengar, jangan pernah pusingkan urusan kami, kami akan menangani segala sesuatunya dengan efisien dan sepenuhnya profesional."

Pengelola sesungguhnya di balik layar

Surat kabar "L'Equipe" menegaskan bahwa Bodmer berkomunikasi jauh lebih mudah dan fleksibel dengan Fayza Lamari, ibu Mbappe, yang mencurahkan banyak waktu dan upaya nyata untuk mengelola urusan klub Malherbe Caen secara harian, sehingga menjadikannya sosok yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan strategis di dalam klub, meski jabatan resminya belum jelas hingga saat ini.