Di Brasil, kegagalan penalti Memphis Depay memicu kehebohan besar. Legenda klub Neto meluapkan amarahnya diRadio Craquekepada striker asal Belanda itu, dan para suporter juga ramai-ramai menyuarakan kekecewaan mereka.
Memphis menjadi pesakitan Corinthians pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Penyerang itu gagal mengeksekusi penalti saat melawan Estudiantes jauh di masa injury time ketika tertinggal 0-1, yang membuat klub Brasil tersebut tersingkir di perempat final Copa Libertadores.
Setelah pertandingan, Memphis berlutut dan meminta maaf kepada para penggemar klubnya, tetapi itu tidak membantu. Top skor tim nasional Belanda itu mendapat siulan keras secara massal dari para suporter.
Mantan pemain José Ferreira Neto, yang memainkan 95 pertandingan untuk klub itu, juga sudah benar-benar muak dengan Memphis. "Apa yang dipikirkan Memphis tentang tim Corinthians? Staf pelatih? Uang yang kalian masih berutang kepadanya. Itu adalah penalti paling mengerikan dalam sejarah Corinthians," ujarnya membuka pernyataan.
"Saya hanyalah seorang pria, idola Corinthians, saya adalah salah satu idola terbesar dalam sejarah Corinthians. Pada momen seperti ini saya tidak ingin menyalibkan siapa pun. Tetapi Memphis berpikir dia lebih penting daripada Corinthians, bahwa dialah orangnya. Dan kalian para penggemar yang mengaguminya, para gadis Memphis, sekarang kalian melindunginya," lanjutnya.
"Ini bukan cuma soal gagal penalti, ini jauh lebih dari itu. Corinthians lebih besar daripada siapa pun, lebih besar daripada Rivellino, lebih besar daripada Marcelinho, lebih besar daripada Sócrates, lebih besar daripada Biro Biro, lebih besar daripada saya... Orang ini datang dan kalian semua berpikir dia memiliki Corinthians, kalian orang-orang internet yang mengaguminya dan mengkritik kami karena kami mengatakan yang sebenarnya. Ini luar biasa, 21 pertandingan dan satu gol. Tahun Corinthians berakhir karena Memphis," tutup mantan gelandang yang murka itu.
Para suporter juga sangat marah kepada sang striker setelah laga usai. Selain mendapat siulan, di sekitar stadion juga terlihat graffiti yang disemprotkan pada bangunan-bangunan, berisi tuntutan agar mantan pemain antara lain PSV dan Manchester United itu hengkang dari klub, demikian ditulis cabang Brasil dariESPN.