KOMPAS.com -Mattia Zacagni murka dalam laga debut Gennaro Gattuso bersama Lazio pada babak awal Coppa Italia 2026-2027.
Bermain di hadapan publik Olimpico Roma, Minggu(16/8/2026) waktu setempat,LazioasuhanGennaro Gattusokalah 0-2 dari klub Serie B,MantovaFC.
Perlu diketahui, Mantova juga bukan klub mentereng di kastanya. Bahkan, mereka hanya mampu finis di peringkat kesembilan dari 20 tim Serie B musim lalu.
Hasil ini terbilang mengecewakan bagi Lazio karena tim yang diturunkan Gattuso merupakan skuad terbaik mereka sepertiMattia Zaccagni, Adam Marusic, Kenneth Taylor, dan Boulaye Dia.
Baca juga:Lazio Langsung Tersingkir dari Coppa Italia, Era Gattuso Dimulai dengan Memalukan
Selain itu, Gattuso juga memainkan rekrutan anyarnya dari Inter Milan, Davide Frattesi pada babak kedua.
Sempat buntu selama dua per tiga pertandingan, gawang Lazio akhirnya jebol pada menit ke-75 melalui Francesco Ruocco.
Alih-alih menyamakan atau membalikkan keadaan, gawang Biancocelesti justru kebobolan untuk kali kedua melalui Ismael Cajazzo pada menit ke-90+7.
Baca juga:Sarri Letakkan Jabatan Pelatih Lazio, Gattuso Jadi Pengganti?
Kekalahan ini sangat menyakitkan karena sekaligus membuat Lazio tersingkir cepat diCoppa Italia.
Bagi Gattuso, kegagalan ini seperti kutukan untuknya setelah sebelumnya gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Salah satu pemain yang meluapkan amarahnya karena kegagalan ini adalah Mattia Zaccagni dalam keterangannya kepada awak media.
Menurutnya, Lazio seperti ditampar keras karena tersingkir pada babak awal dari klub Serie B. Apalagi, beberapa kesalahan fatal turut andil dalam kekalahan Biancocelesti.
"Kami ditampar dengan keras di wajah," ucap Zaccagni kepada Lazio Style Radio seperti dikutip dari Tutto Mercato Web.
Baca juga:Saat Pedro Rayu Lionel Messi hingga David de Gea untuk Gabung Lazio
"Kami kecewa, kami bekerja sangat keras dalam satu setengah bulan terakhir, kami berharap bisa mengambil momentum."
"Kami memulai pertandingan dengan buruk, membuat banyak kesalahan."
Walau demikian, ia tak mau menyalahkan taktik karena mereka sudah melakukannya dalam latihan.