Matthias Jaissle ungkap pernyataan blak-blakan saat turun minum yang akhirnya mengakhiri rentetan kekalahan menyedihkan Newcastle

Matthias Jaissle ungkap pernyataan blak-blakan saat turun minum yang akhirnya mengakhiri rentetan kekalahan menyedihkan Newcastle

Matthias Jaissle mengakui Newcastle United asuhannya harus mengatasi hambatan mental besar sebelum meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Crystal Palace. Newcastle United kesulitan mendominasi permainan pada fase awal yang berlangsung hati-hati di Selhurst Park, sebelum penyesuaian taktik mengubah ja

Matthias Jaissle mengakui Newcastle United asuhannya harus mengatasi hambatan mental besar sebelum meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Crystal Palace. Newcastle United kesulitan mendominasi permainan pada fase awal yang berlangsung hati-hati di Selhurst Park, sebelum penyesuaian taktik mengubah jalannya pertandingan.

Manajer Newcastle United Matthias Jaissle mengungkap instruksi tegasnya saat jeda yang membantu timnya meraih kemenangan 2-0 atas Crystal Palace pada Minggu. Newcastle datang ke laga ini setelah serangkaian kekalahan yang mengecewakan. Tekanan terhadap pelatih asal Jerman itu mulai meningkat seiring upayanya mencari cara untuk menghidupkan lini serang yang tersendat. Gol William Osula dan Harvey Barnes akhirnya memastikan kemenangan di London Selatan dan mengangkat Newcastle ke peringkat ketujuh klasemen Liga Primer.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama klub asal Tyneside itu di Selhurst Park dalam enam tahun. Seusai pertandingan, Jaissle mengakui bahwa ia harus menantang para pemainnya saat jeda agar lebih berani. “Pada babak pertama, kami tidak buruk saat tidak menguasai bola, tetapi kami tidak punya pola pikir menyerang. Kami bermain terlalu hati-hati. Pada babak kedua, kami lebih banyak bergerak dan pantas menang,” kata mantan pelatih Red Bull Salzburg itu, seperti dikutipChronicle Live.

Meski para pencetak gol akan menjadi sorotan utama, penampilan Amar Dedic bisa dibilang menjadi catatan taktis terpenting bagi Jaissle. Pemain timnas Bosnia yang belakangan absen karena cedera itu kembali masuk susunan pemain inti sebagai bek kanan dan tampak seperti pemain yang tampil dominan pada pekan-pekan awal musim. Ia berperan besar dalam kedua gol, termasuk memberikan assist kepada Barnes untuk menggandakan keunggulan.

Jaissle segera memuji pengaruh bek yang rajin membantu serangan itu. Ia menilai absennya Dedic sangat terasa ketika hasil tim belakangan menurun. “Kami merindukannya. Setelah mengalami cedera, kondisinya semakin membaik. Kami telah melihat betapa besar pengaruhnya. Ia sangat membantu cara bermain kami,” ujar Jaissle.

Suasana di ruang ganti Newcastle dilaporkan sangat meriah setelah peluit akhir, dengan para pemain merayakan hasil yang mengakhiri pembicaraan tentang krisis. Jaissle menekankan pentingnya persatuan dalam skuad. Menurutnya, keberhasilan tim bergantung pada kemampuan mereka mempertahankan intensitas yang ditunjukkan selepas jeda di Selhurst Park.

“Babak pertama adalah pertandingan yang sulit. Kami tidak mendapatkan hasil dari intensitas permainan kami. Pada babak kedua, permainan kami jauh lebih baik. Jika kami semua bersatu, perjalanan ini bisa berhasil,” tambah pelatih asal Jerman itu.

Newcastle kini sepenuhnya mengalihkan fokus ke dua pertandingan penting melawan Everton, masing-masing di Piala Carabao dan Liga Primer. Dua lawatan berat ke Merseyside ini akan menjadi ujian menyeluruh bagi kebangkitan Newcastle belakangan ini, sekaligus memberi Jaissle peluang besar untuk merangkai kemenangan sebelum jadwal padat musim dingin dan perayaan Natal dimulai.

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.