Martin Odegaard puji ketangguhan Arsenal usai hasil imbang lewat perjuangan keras melawan Bayern Munich di Liga Champions

Martin Odegaard puji ketangguhan Arsenal usai hasil imbang lewat perjuangan keras melawan Bayern Munich di Liga Champions

Kapten Arsenal Martin Odegaard memuji karakter timnya setelah meraih hasil imbang lewat perjuangan keras melawan Bayern Munich di Liga Champions. Meski gagal menang, gelandang asal Norwegia itu yakin penampilan tersebut membuktikan Arsenal mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa, bahkan dalam atmo

Kapten Arsenal Martin Odegaard memuji karakter timnya setelah meraih hasil imbang lewat perjuangan keras melawan Bayern Munich di Liga Champions. Meski gagal menang, gelandang asal Norwegia itu yakin penampilan tersebut membuktikan Arsenal mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa, bahkan dalam atmosfer yang paling tidak bersahabat.

Arsenal melanjutkan catatan impresif tanpa kekalahan di fase liga Liga Champions dengan meraih hasil imbang 2-2 melawan Bayern di Allianz Arena pada Rabu malam. Tim asuhan Mikel Arteta sempat unggul lebih dulu sebelum tertinggal dari klub raksasa Jerman tersebut, tetapi kebangkitan pada akhir pertandingan memastikan mereka pulang dari Bavaria dengan satu poin berharga. Hasil ini patut dicatat mengingat rekor kandang Bayern yang tangguh: mereka hanya kalah sekali dalam 32 pertandingan Eropa sebelumnya di stadion tersebut.

Menanggapi pertandingan itu, Odegaard mengakui bahwa meski merasa kemenangan bisa diraih, hasil imbang pada akhirnya adil bagi kedua tim besar tersebut. "Ya, sejujurnya mungkin ini hasil yang adil, tetapi saya merasa kami juga bisa memenangi pertandingan," jelas sang kapten disitus resmi klub. "Saya pikir kami melakukan banyak hal dengan baik, memulai pertandingan dengan sangat kuat, dan menurut saya kami bermain bagus. Mereka tim yang sangat sulit dihadapi, dengan banyak penjagaan satu lawan satu, duel di seluruh lapangan, dan kualitas yang begitu tinggi. Menurut saya kami tampil sangat baik. Sayang sekali kami tidak bisa menang, tetapi ini penampilan yang kuat."

Visi permainan Odegaard terlihat jelas dalam gol pembuka Arsenal ketika ia melepaskan umpan lambung memukau dari jauh di area pertahanannya sendiri kepada Eberechi Eze. Umpan akurat itu menembus lini pertahanan Bayern, memungkinkan Eze berlari lepas dan mencetak gol. Momen penuh kualitas tersebut menunjukkan mengapa Odegaard tetap menjadi penggerak utama Arsenal, terutama dalam situasi bertekanan tinggi layaknya babak gugur, ketika ruang sangat terbatas.

Gelandang itu merendah saat membahas kontribusinya terhadap gol tersebut. Ia lebih memilih menyoroti kerja sama tim yang diperlukan untuk tetap bersaing setelah Bayern bangkit. "Ya, itu memang umpan yang bagus," katanya sambil tersenyum. "Saya melihat dia mulai berlari dan ada ruang di belakang pertahanan, lalu saya bisa mengirim bola kepadanya. Untungnya, dia juga tidak offside. Kami memulai pertandingan dengan kuat dan mencetak gol pertama, tetapi kemudian tertinggal. Menurut saya kami berjuang dengan sangat baik untuk kembali ke pertandingan."

Hasil imbang tersebut memperpanjang catatan luar biasa Arsenal menjadi 15 pertandingan fase liga tanpa kekalahan di Liga Champions, sebuah statistik yang menegaskan posisi mereka yang kian kuat di kompetisi ini. Arteta telah mengubah klub London Utara itu menjadi tim yang tak lagi gentar menghadapi kekuatan tradisional Eropa. Odegaard menekankan bahwa meski masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, kemampuan untuk bangkit saat tertinggal di Munich memberikan dorongan mental yang sangat besar bagi skuad.

Kemampuan Arsenal mengendalikan permainan dalam waktu lama melawan tim dengan rekam jejak elite di Eropa menunjukkan bahwa mereka berada dalam posisi bagus untuk melangkah jauh di kompetisi ini pada musim ini. "Setidaknya kami meraih hasil imbang. Jadi, ada banyak hal positif dan beberapa hal yang perlu diperbaiki, tetapi ini penampilan yang bagus," lanjut Odegaard.

Arsenal tidak punya banyak waktu untuk memikirkan penampilan mereka di Eropa karena pertandingan domestik melawan Everton di Emirates Stadium menanti pada Sabtu. Jeda singkat antarlaga merupakan tantangan yang sudah akrab bagi Odegaard dan rekan-rekannya, yang harus menghadapi tuntutan fisik dari jadwal padat. Sang kapten menegaskan bahwa skuad siap kembali mengalihkan fokus ke Liga Primer demi menjaga persaingan mereka dalam perebutan gelar di hadapan pendukung sendiri.

"Ya, begitulah adanya! Itulah yang kami inginkan. Sekarang kami hanya menantikan pertandingan berikutnya, memulihkan diri, dan bersiap menghadapinya. Ini akan menjadi ujian besar lainnya, dan menyenangkan bisa kembali ke Emirates. Kami menantikannya," tambah Odegaard.

https://www.goal.com/en/news/arsenal-player-ratings-vs-bayern-muncich-declan-rice-champions-league/blt9bc5bdf55dd6aaf1

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.