Marc Marquez Akui 70 Persen Peluang Pensiun dari MotoGP dalam Tiga Tahun

Marc Marquez Akui 70 Persen Peluang Pensiun dari MotoGP dalam Tiga Tahun

Marc Marquez mengungkapkan 70% kemungkinan pensiun dari MotoGP dalam tiga tahun ke depan. Gelar juara dunia 2025 mengubah perspektifnya tentang karier.

Marc Marquez mengungkapkan 70% kemungkinan pensiun dari MotoGP dalam tiga tahun ke depan. Gelar juara dunia 2025 mengubah perspektifnya tentang karier.

Liputan6.com, Jakarta -PembalapMotoGPMarc Marquezsecara terbuka menyatakan bahwa ada kemungkinan 70 persen dirinya akan pensiun dari ajang balap motor paling bergengsi itu dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Pernyataan ini muncul setelah ia berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, sebuah pencapaian signifikan yang mengubah pandangannya tentang karier balapnya.

Pengakuan mengenai potensi gantung helm tersebut disampaikan Marquez dalam sebuah wawancara dengan Autosport di Phillip Island, Australia, menjelang gelaran MotoGP Australia 2026. Saat ini, Marquez masih terikat kontrak dengan tim pabrikan Ducati hingga akhir musim 2028.

Gelar juara dunia 2025, yang menjadi yang ketujuh di kelas utama dan yang pertama bersama Ducati, disebutnya telah mengubah pandangannya secara fundamental terhadap kompetisi. Kemenangan tersebut memberinya ketenangan batin yang sebelumnya sulit ia rasakan di tengah tekanan sebagai pembalap profesional.

Marc Marquez menjelaskan bahwa raihan gelar juara dunia pada tahun 2025 telah memberikan dampak besar pada cara ia memandang masa depannya di MotoGP. "Jika harus memberi persentase, saya akan bilang ada 70% kemungkinan dalam tiga tahun saya sudah pensiun dan 30% kemungkinan saya masih membalap," ungkap Marquez.

Ia menambahkan, "Gelar itu mengubah cara saya akan pensiun, ketika saatnya tiba. Ketika saya pensiun, saya akan melakukannya dengan bebas, dengan damai dengan diri sendiri." Ketenangan ini juga memengaruhi cara pembalap berusia 33 tahun itu menyikapi hasil balapan. Ia kini mengaku lebih bisa menerima jika hanya finis di posisi keenam atau ketujuh, tidak lagi semata-mata berorientasi pada kemenangan atau gelar juara.

Marquez merasa telah mencapai titik di mana ia bisa menghadapi masa depan dengan lebih tenang, sebuah kondisi yang sulit ia dapatkan sebelumnya sebagai pembalap profesional. Ia kini lebih memikirkan momen yang tepat untuk mengakhiri kiprahnya, bukan lagi hanya fokus mengejar gelar.

Kontrak terbaru Marc Marquez dengan Ducati akan berakhir pada penghujung musim 2028, saat ia akan menginjak usia 35 tahun. Ia telah menandatangani perjanjian baru untuk tetap bersama tim pabrikan Ducati selama dua musim ke depan pada awal tahun ini.

Meski demikian, cedera juga menjadi faktor penting dalam pertimbangan kariernya. Marquez mengalami cedera serius pada lengan kanannya setelah kecelakaan di Indonesia, sekitar seminggu setelah mengamankan gelar juara dunia 2025. Insiden ini memerlukan operasi dan proses pemulihan yang panjang.

Namun, ia menegaskan bahwa cedera bukanlah pemicu otomatis untuk pensiun.

Marquez saat ini belum memikirkan peran lain di dunia MotoGP, seperti menjadi pemilik tim, dan masih sepenuhnya fokus pada balapan. "Saat ini belum terpikir ke sana karena saya sepenuhnya fokus pada balapan," katanya. Ia juga menambahkan bahwa ia belum siap pensiun dan masih menikmati setiap momen dalam kariernya.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Mobile Legends Bukan Sekadar Game, Ekosistem Esports Indonesia Buka Peluang Ekonomi Digital