Mao Zedong Jadi Bahan Lelucon, Kylian Mbappe Kehilangan Dua Sponsor China

Mao Zedong Jadi Bahan Lelucon, Kylian Mbappe Kehilangan Dua Sponsor China

Suara.com -Kylian Mbappemenghadapi masalah besar setelah komentarnya tentang meme bergambar mantan pemimpinChina,Mao Zedong, memicu kontroversi.

Suara.com -Kylian Mbappemenghadapi masalah besar setelah komentarnya tentang meme bergambar mantan pemimpinChina,Mao Zedong, memicu kontroversi.

PenyerangReal Madriditu dilaporkan kehilangan dua kesepakatan sponsor dari perusahaan China, sementara siaran kompetisi LaLiga di televisi nasional China juga dikabarkan dihentikan.

Kontroversi tersebut bermula dari potongan video podcast The Bridge yang dipandu rekan setimnya di Real Madrid, Aurelien Tchouameni.

Dalam percakapan itu, Mbappe ditanya mengenai meme favoritnya yang sering digunakan bersama teman-temannya.

"Saya suka video seorang pria, saya kira seorang diktator China, dengan wajah saya. Itu yang paling lucu. Saya sering menggunakannya bersama teman-teman," ujar Mbappe dalam podcast tersebut.

Komentar itu merujuk pada gambar hasil suntingan yang menampilkan wajah Mbappe menyerupai Mao Zedong, mantan pemimpin Partai Komunis China.

Dampak kontroversi tersebut langsung terasa pada kerja sama komersial Mbappe.

Dua perusahaan China, Dongpeng yang bergerak di industri minuman dan Mengniu yang merupakan produsen produk susu, dilaporkan mengakhiri kerja sama sponsor dengan penyerang asal Prancis itu.

Dongpeng bahkan mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa pagi.

Perusahaan tersebut menegaskan sikapnya terhadap tindakan yang dianggap melukai perasaan nasional masyarakat China.

"Perusahaan kami dengan tegas menentang dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala perilaku yang melukai perasaan nasional," demikian pernyataan Dongpeng.

Persoalan Mbappe tidak berhenti pada hilangnya kesepakatan sponsor. Kontroversi tersebut juga dilaporkan berdampak pada penayangan LaLiga di China, kompetisi yang diikuti Real Madrid.

BBC Sport, mengutip laporan media China The Paper, menyebut televisi pemerintah China telah menghapus seluruh siaran kompetisi sepak bola Spanyol tersebut dari jadwal tayangnya.