Mantan wakil presiden Suriname dan terpidana perdagangan narkoba Ronnie Brunswijk mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi pada usia 65 tahun setelah menurunkan dirinya sendiri untuk Inter Moengotapoe

Mantan wakil presiden Suriname dan terpidana perdagangan narkoba Ronnie Brunswijk mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi pada usia 65 tahun setelah menurunkan dirinya sendiri untuk Inter Moengotapoe

Mantan wakil presiden Suriname Ronnie Brunswijk mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi liga negaranya pada usia 65 tahun setelah memasukkan namanya sendiri ke susunan pemain Inter Moengotapoe. Pemilik klub yang kontroversial itu mengeksekusi penalti pada babak kedua, Sabtu, untuk memastikan keme

Mantan wakil presiden Suriname Ronnie Brunswijk mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi liga negaranya pada usia 65 tahun setelah memasukkan namanya sendiri ke susunan pemain Inter Moengotapoe. Pemilik klub yang kontroversial itu mengeksekusi penalti pada babak kedua, Sabtu, untuk memastikan kemenangan telak 5-0 di liga atas Politie Voetbal Vrienden yang menempati posisi terbawah.

Brunswijk mencetak gol perdananya di Suriname Major League lewat tendangan penalti dari jarak 11 meter setelah timnya mendapat hadiah penalti saat sudah unggul 4-0 pada Sabtu. Brunswijk, yang mengendalikan klub juara nasional 11 kali itu, langsung meminta bola ketika wasit menunjuk titik putih. Ia pernah melatih tim yang memainkan laga kandangnya di Stadion Ronnie Brunswijk tersebut. Ia kemudian mengarahkan tendangannya ke sudut kanan gawang dan merayakannya dengan mengangkat kedua tangan, sementara kiper lawan nyaris tidak berupaya menyelamatkannya.

Mantan pemimpin pemberontak berusia 65 tahun itu menjabat sebagai Wakil Presiden Suriname pada 2020 hingga 2025, meski latar belakangnya telah lama menjadi sorotan internasional. Pada 1999, pengadilan di Belanda menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara kepadanya secara in absentia atas perdagangan kokain. Namun, karena tidak ada perjanjian ekstradisi antara otoritas Belanda dan Suriname, Brunswijk tidak pernah menjalani hukuman penjara tersebut dan tetap menjadi sosok berpengaruh dalam politik serta olahraga di negaranya.

Bahkan saat menjabat di pemerintahan, Brunswijk secara rutin memilih dirinya sendiri untuk tampil dalam pertandingan kompetitif bersama klubnya. Pada 2021, saat berusia 60 tahun, ia tampil dalam pertandingan CONCACAF League melawan klub Honduras CD Olimpia, yang berakhir dengan kekalahan 6-0 bagi timnya. Setelah peluit akhir, muncul rekaman video yang tampaknya memperlihatkan Brunswijk membagikan uang tunai di ruang ganti lawan. Insiden itu memicu penyelidikan langsung oleh badan sepakbola regional CONCACAF, yang berujung pada dikeluarkannya kedua klub dari turnamen danlarangan beraktivitas selama tiga tahun bagi Brunswijk.

Gol pada Sabtu itu menjadi gol pertama Brunswijk, yang kini berusia 65 tahun, sejak Suriname Major League dibentuk pada 2024. Kompetisi tersebut diluncurkan dengan dukungan langsung FIFA sebagai upaya memodernisasi sepakbola domestik dan meningkatkan standar profesional di seluruh negeri.

Meski Moengotapoe mengawali kiprahnya di lapangan dengan baik pada tahap awal musim ini, pemandangan seorang presiden klub berusia 65 tahun memilih dirinya sendiri untuk bermain dan mengambil penalti saat kiper lawan nyaris tidak bereaksi kembali memunculkan pertanyaan tentang upaya liga membangun kredibilitas.

Terlepas dari sorotan tersebut, kemenangan telak atas PVV, tim penghuni dasar klasemen, pada Sabtu memastikan Moengotapoe tetap tak terkalahkan setelah tiga putaran pertama musim domestik. Klub juara 11 kali itu kini akan berupaya menjaga momentum di papan atas klasemen seiring berjalannya musim. Sementara itu, masih harus dilihat seberapa sering Brunswijk akan terus memasukkan dirinya ke dalam daftar susunan pemain dalam beberapa pekan mendatang.

Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.

Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.

Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.

Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:

XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)

Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.