KOMPAS.com- Malut United FC resmi berganti nama menjadi Java United FC menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026-2027.
Bersamaan dengan perubahan nama tersebut, markas dan pusat operasional klub dipindahkan dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah.
Perubahan itu telah mendapat persetujuan PSSI melalui Kongres Biasa yang berlangsung pada Senin (3/8/2026).
PresidenJava UnitedFC,Sofyan Lestaluhu, menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan manajemen.
"Keputusan perubahan nama dan markas tim telah melalui pertimbangan matang dari manajemen dengan tujuan membangun klub yang semakin profesional dan bekelanjutan,” ujarPresiden Java UnitedFC, Sofyan Lestaluhu.
Baca juga:Perpindahan Malut United Dinilai Lukai Suporter, Akmal Marhali Khawatir Kompetisi Jadi Pasar Gelap
Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Maluku Utara atas dukungan sejak klub berdiri pada 2023.
“Maluku Utara akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kami."
"Perubahan ini bukan akhir, melainkan perwujudan yang lebih besar dari visi misi klub terhadap pengembangan sepak bola nasional,” kata Sofyan.
Meski markas utama berpindah ke Semarang, Java United tetap mempertahankan aset milik klub di Ternate.
Salah satu fasilitas yang tetap digunakan adalah training ground sebagai pusat pembinaan usia muda.
Lokasi tersebut akan menjadi basis Akademi Merah Putih. Program pembinaan itu dijalankan bersama klub asal Portugal, SL Benfica, dengan metode latihan terstruktur serta pengembangan karakter pemain muda.
Baca juga:Perjalanan Malut United di Liga Indonesia, dari Jawa Kembali ke Jawa
Akademi Merah Putih ditujukan bagi anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu berusia 7 hingga 9 tahun.
Program tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 150 peserta.
Untuk menghadapi musim 2026-2027, Java United akan menggunakan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai kandang.
Klub juga memperkenalkan julukan baru, yakni Laskar Kepodang Emas.