Malam kelam di Barcelona: Media Catalan melancarkan serangan setelah tumbang di El Clasico!

Malam kelam di Barcelona: Media Catalan melancarkan serangan setelah tumbang di El Clasico!

dan melancarkan serangan terhadap Cancelo dan Cubarsi

dan melancarkan serangan terhadap Cancelo dan Cubarsi

Media Catalunya melancarkan kritik tajam kepada para pemain Barcelona usai kekalahan 1-2 dari Real Madrid dalam El Clasico di Stadion Spotify Camp Nou, setelah sejumlah bintang tim gagal menampilkan performa yang diharapkan, di tengah kritik yang menyasar lini belakang, lini tengah, hingga pelatih asal Jerman Hansi Flick.

Media Catalunya tidak ragu menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, setelah Real Madrid berhasil memanfaatkan kesalahan lawan dan memaksakan keunggulannya dalam laga tersebut, sehingga menempatkan sejumlah pemain Barcelona di bawah tekanan kritik.

Pemain asal Portugal Joao Cancelo menjadi salah satu nama paling disorot, setelah surat kabar El Nacional memberinya penilaian keras sebesar 4 dari 10, dengan menganggap bahwa ia tampil kebingungan di kedua sisi pertahanan.

Adapun Mundo Deportivo memberinya nilai 5 dari 10, sembari menyoroti kesulitannya menghadapi serangan Real Madrid, disertai keterbatasan pengaruh ofensifnya.

Selain itu, Pau Cubarsi menuai kritik karena serangan yang mengawali gol penentu Kylian Mbappe, setelah Eduardo Camavinga mengunggulinya dalam hal kecepatan.

Mundo Deportivo dan Sport menyoroti kesulitan bek muda itu dalam menghadapi serangan Los Blancos.

Lamine Yamal pun tidak luput dari kritik, setelah ia gagal menciptakan perbedaan meski sudah melakukan berbagai upaya ofensif.

Surat kabar Sport menilai bahwa penampilannya tidak cukup baik, karena kurangnya konsistensi dan tidak meninggalkan jejak nyata dalam El Clasico.

Sebaliknya, performa Pedri membaik setelah jeda istirahat, dan ia memberikan assist bagi gol penyama kedudukan yang dicetak Raphinha, setelah Barcelona kesulitan memaksakan tempo permainannya sepanjang babak pertama.

Namun, radio Cadena SER memuji keunggulan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde, yang berhasil meredam bahaya Pedri dan Rodri serta menguasai lini tengah lapangan.

Kritik juga meluas hingga ke Hansi Flick, karena ketidakmampuan Barcelona memaksakan gaya bermain mereka yang biasa, pressing yang tidak akurat, di samping kegagalan pergantian pemain dalam mengubah jalannya pertandingan.