KOMPAS.com- Bagi legenda Portugal, Luis Figo, solusinya hanyalah tiga kata. Infantino harus pergi.
“Saya bisa menulis 10.000 kata tentang masalah-masalah di FIFA. Tetapi solusinya hanya membutuhkan tiga, Infantino harus pergi,” tulis Figo dalam suratnya yang dipublikasikan oleh media Inggris, Dailymail, Rabu (5/8/2026).
Presiden FIFA,Gianni Infantino, sedang dalam sorotan hebat. Federasi sepak bola Eropa, UEFA, bahkan sudah hilang kepercayaan dengan Infantino, sosok yang dianggap bertanggung jawab atas mengapungnya ide FIFA Forward Enterprise (FFE).
FFE dimaksudkan untuk mengelola hak komersial dan turnamen FIFA, salah satunya tentu Piala Dunia.
Baca juga:Infantino Gelar Rapat Darurat, Masa Depan Presiden FIFA Jadi Sorotan usai Kisruh Hak Komersial Piala Dunia
Yang jadi masalah dan menimbulkan pertentangan adalah wacana untuk menjual saham minoritas sebesar 21 persen kepada investor swasta.
Kecurigaan semakin menjadi ketika Thrive Capital yang disebut akan membeli saham minoritas itu punya keterkaitan dengan Joshua Kushner yang tak lain adalah saudara Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Infantino pun dituding tak transparan dan bergerak dalam senyap guna meloloskan ide FFE ini.
Pria berkepala plontos itu berpendapat FFE ini bisa memberikan suntikan dana bagi negara-negara anggota untuk semakin mengembangkan sepak bola, merujuk kepada insentif mencapai 40 juta dollar AS (Rp 714,7 miliar) dalam rentang empat tahun.
“Saya telah mencintai sepak bola sepanjang hidup saya. Saya adalah pemain profesional selama 20 tahun. Dan percayalah, saya telah bertemu dengan beberapa orang licik semasa saya bermain,” tulisLuis Figo.
Baca juga:Diminta Dukung Infantino, Asosiasi Sepak Bola Yordania Tuding FIFA Lakukan Pemerasan
“Tetapi apa yang telah saya lihat terungkap dalam 10 hari terakhir adalah perilaku yang paling rendah, paling menipu, dan mementingkan diri sendiri yang pernah saya saksikan,” tutur eks pemain Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu.
Ide FFE yang diapungkan Infantino mendapatkan reaksi keras dari sejumlah konfederasi. UEFA, organisator sepak bola Eropa, bersuara paling keras dan menegaskan akan memboikot Piala Dunia garapan FIFA, termasuk di sepak bola level usia dan sepak bola putri.
CONCACAF dan AFC juga menyayangkan bagaimana konsep FFE ini tiba-tiba diapungkan tanpa diskusi yang memadai kepada 211 negara anggota FIFA.
“Jika skema itu tidak perlu dipikirkan, mengapa tidak jujur tentang fakta bahwa itu akan memberi Anda pekerjaan senilai 30 juta dolar AS per tahun pada akhirnya?” ujar Luis Figo.
“Sepak bola memang membutuhkan diskusi tentang uang. Tapi bukan uang yang bisa keluar dari permainan kepada investor atau gaji administrator yang membengkak,” kata Figo.
“Maksud saya uang yang harus dihabiskan untuk membangun lapangan dan melatih pelatih untuk memastikan bahwa setiap anak di dunia memiliki kesempatan untuk jatuh cinta dengan olahraga terindah di planet ini,” tutur Figo menjelaskan.