Luciano Spalletti menyoroti kebiasaan Cagliari membuang waktu setelah Juventus bermain imbang 1-1. Ia juga menjelaskan taktik dan performa timnya.
Liputan6.com, Jakarta -Luciano SpallettimenilaiJuventusharus terus memburu kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawanCagliaripada pekan keenamSerie A2026/2027. Bertanding di Unipol Domus, Senin (12/10/2026) dini hari WIB, Bianconeri gagal membawa pulang tiga poin meski mendominasi penguasaan bola.
Cagliari lebih dulu membuka keunggulan melalui Daniel Maldini pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan Paul Mendy. Juventus baru mampu menyamakan kedudukan pada sembilan menit terakhir waktu normal lewat sundulan Randal Kolo Muani.
Juventus kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama dan memasuki jeda dalam posisi tertinggal 0-1. Situasi berubah setelah turun minum, terutama ketika Edon Zhegrova masuk dan membantu meningkatkan ancaman serangan tim tamu.
Kolo Muani menjadi penyelamat Juventus melalui gol penyama kedudukan pada menit ke-81, tetapi peluang berikutnya gagal berbuah gol setelah tendangannya membentur bagian bawah mistar. Seusai pertandingan, Spalletti juga menjelaskan keputusannya dalam menyusun lini serang serta insiden yang membuat dirinya dan pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, sama-sama menerima kartu merah.
Ketegangan terjadi ketika Spalletti dan Pisacane hendak berjabat tangan setelah pertandingan berakhir. Adu argumen di antara keduanya berujung pada kartu merah untuk kedua pelatih, meski Spalletti menilai insiden tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.
Pelatih Juventus itu mengaku hanya menyampaikan penilaiannya mengenai permainan Cagliari, termasuk cara mereka mengelola waktu ketika pertandingan berlangsung. Komentar tersebut kemudian memicu perdebatan singkat sebelum wasit mengambil tindakan terhadap keduanya.
"Tidak terjadi apa-apa. Saya mengatakan kepadanya bahwa mereka memainkan sepak bola yang bagus dan pandai membuang waktu, lalu dia bertanya apa maksud saya dengan membuang waktu, dan kami berdua diusir keluar. Tidak ada hal besar, semuanya cukup normal," kata Spalletti kepadaDAZN Italia.
Spalletti juga memberikan penjelasan mengenai keputusannya mengatur posisi pemain di lini depan. Ia sebelumnya menggeser Weston McKennie ke sisi kiri dan menempatkan Nico Gonzalez di area tengah untuk mendukung pergerakan Kolo Muani.
Menurut Spalletti, Juventus sudah menerapkan pola permainan yang memungkinkan para penyerangnya bertukar posisi. Ia menilai Gonzalez memiliki kemampuan duel udara yang penting bagi tim, sementara Kolo Muani bisa lebih sulit dihentikan ketika diberi kebebasan bergerak.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
"Pada babak pertama, saya memindahkan McKennie ke kiri dan menempatkan Nico Gonzalez di tengah untuk menjalankan peran yang kemudian diisi Woltemade," ujar Spalletti. "Jangan lupa bahwa Nico Gonzalez adalah penyerang pendukung dan memiliki kemampuan menyundul bola terbaik di skuad kami. Sistemnya tetap sama setelah saya memindahkan McKennie," lanjutnya. "Kolo Muani berperan sebagai penyerang tengah dengan Nico Gonzalez sebagai pendukung, tetapi mereka bebas bertukar posisi. Jika Kolo diberi kebebasan bergerak seperti yang dia lakukan hari ini, yang sangat saya sukai, dia akan lebih sulit dijaga," kata Spalletti.