Atlet atletik meninggal dunia dalam usia 24 tahun
Dalam tragedi yang mengguncang dunia olahraga Spanyol, cabang atletik Spanyol kehilangan salah satu bakat mudanya, setelah dipastikan meninggalnya atlet lompat jauh Julieta Gallego di usia 24 tahun, yang menjadi salah satu korban kecelakaan tabrakan dua kereta yang mengerikan di provinsi Toledo.
Kecelakaan dahsyat yang terjadi di dekat kota Orda di provinsi Toledo (Thulaithilah) itu menewaskan sedikitnya 69 orang, akibat tabrakan dua kereta berkecepatan tinggi di jalur yang menghubungkan ibu kota Madrid dengan wilayah selatan Andalusia, dalam kecelakaan mematikan kedua yang dialami jalur ini dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Federasi Atletik Kerajaan Spanyol (RFEA) dalam sebuah pernyataan resmi melalui halaman mereka di situs "X", yang dikutip kantor berita "Reuters" pada hari Kamis ini, menyampaikan duka cita yang mendalam serta solidaritas penuh kepada keluarga atletik atas musibah besar ini.
Federasi tersebut menyatakan dalam pernyataannya: "Keluarga besar atletik Spanyol turut berduka cita atas kepergian Julieta Gallego, atlet klub AD Sprint, akibat kecelakaan kereta yang tragis di Orda. Kami menyampaikan dukungan penuh kami kepada keluarga, para sahabat, dan rekan-rekannya di klub."
Gallego, yang membela klub AD Sprint di Madrid, merupakan salah satu sosok yang rutin tampil dalam kejuaraan antarklub Spanyol, dan mencatatkan rekor pribadi terbaiknya sepanjang kariernya di lompat jauh dengan jarak 5,90 meter, pada pertemuan Antequera tahun 2023.
Dari pihaknya, Presiden Federasi Atletik Spanyol, Raúl Chapado, mengungkapkan rasa terkejutnya yang mendalam dalam pernyataannya kepada surat kabar Spanyol ABC, dengan berkata: "Ada tragedi-tragedi yang memukul jantung keluarga atletik. Dan hari ini, komunitas olahraga berduka atas kepergian Julieta, yang di hadapannya terbentang kehidupan menjanjikan yang terenggut secara zalim."