Lisandro Martinez segera hengkang? Barcelona bidik transfer mengejutkan bek Manchester United itu usai perselisihannya dengan Jason Wilcox

Lisandro Martinez segera hengkang? Barcelona bidik transfer mengejutkan bek Manchester United itu usai perselisihannya dengan Jason Wilcox

Lisandro Martinez bisa saja secara mengejutkan meninggalkan Manchester United, sementara Barcelona memantau situasi sang bek yang kian tidak menentu di Old Trafford. Pemain timnas Argentina itu baru-baru ini memicu kontroversi setelah secara terbuka mempertanyakan strategi perekrutan klub dan kinerj

Lisandro Martinez bisa saja secara mengejutkan meninggalkan Manchester United, sementara Barcelona memantau situasi sang bek yang kian tidak menentu di Old Trafford. Pemain timnas Argentina itu baru-baru ini memicu kontroversi setelah secara terbuka mempertanyakan strategi perekrutan klub dan kinerja direktur teknik Jason Wilcox.

Masa depan pemain berusia 28 tahun itu di Manchester sangat diragukan setelah hubungannya dengan jajaran direksi memburuk. Martinez dilaporkan telah memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya, sementara pembicaraan kontrak mandek sejak keberhasilannya menjuarai Piala Dunia 2022 di tengah kekecewaan atas gajinya dibandingkan dengan para pemain bergaji tertinggi di skuad.

Kontraknya saat ini berakhir musim panas ini. Meski United memiliki klausul perpanjangan 12 bulan, bek tersebut menentang pengaktifannya dan klub masih enggan memaksakan hal itu. MenurutMundo Deportivo, kebuntuan kontrak ini menarik perhatian Barcelona, yang memasukkan mantan pemain Ajax tersebut ke dalam daftar kandidat sebagai tambahan di lini pertahanan yang sangat mungkin direkrut, bersama Alessandro Bastoni dari Inter dan bek tengah Real Betis, Natan.

Gejolak ini bermula dari kekalahan baru-baru ini dari Atletico Madrid di Liga Champions, yang mendorong pemain asal Argentina itu secara terbuka mempertanyakan kurangnya kedalaman skuad United. Meski beberapa rekan setimnya dilaporkan memiliki kekhawatiran serupa tentang arah klub secara keseluruhan, cara kerasnya menyampaikan kritik itu menimbulkan ketegangan besar di internal tim.

Waktu penyampaian keluhan tersebut mengejutkan ruang ganti dan berujung pada konfrontasi secara tertutup dengan setidaknya satu rekan setim. Terlepas dari gejolak internal ini, peluang Martinez untuk segera direkrut menjadikannya target utama klub-klub La Liga. Spanyol menjadi tujuan pilihannya, sementara Atletico Madrid, menurutAS, juga sangat santer dikaitkan dengannya setelah kemenangan mereka atas Manchester United.

Kontroversi muncul ketika Martinez melontarkan penilaian blak-blakan terhadap aktivitas transfer United setelah kekalahan menyakitkan mereka di ibu kota Spanyol. Bek tengah itu menuntut skuad yang lebih kuat agar mampu bersaing di level tertinggi, dengan kritik yang ditujukan langsung kepada tim perekrutan.

“Kami harus mendatangkan lebih banyak pemain agar bisa bersaing,” kata Martinez. “Saya mengharapkan lebih banyak [investasi]. Seratus persen. Saya mengharapkan lebih banyak dari direktur teknik kami. Saya harus jujur, sebagai pemain kami harus berbuat lebih banyak, tetapi penting juga untuk membangun skuad yang kuat agar siap menghadapi malam seperti ini.”

Menurut laporan, komentar tersebut bukan upaya yang direncanakan untuk memaksakan transfer, melainkan cerminan kekecewaan yang telah mengakar. Bek itu kemudian meminta maaf atas pernyataannya.

Pelatih United, Michael Carrick, sejak itu berupaya meredakan situasi dengan menegaskan bahwa skuad tetap sepenuhnya bersatu. Ia memastikan persoalan tersebut telah ditangani secara internal dan menekankan bahwa tim fokus untuk melangkah maju.

“Licha telah angkat bicara dan mengakui situasinya. Sebagai kelompok, kami sudah melangkah maju,” jelas Carrick. “Tidak ada masalah bagi kami sebagai kelompok. Kami merasa persoalan itu sudah ditangani.”

Terlepas dari penegasan Carrick, Januari menjadi kesempatan realistis terakhir bagi United untuk mendapatkan biaya transfer. Kecuali klub secara tak terduga mengaktifkan klausul perpanjangan kontraknya, mereka berisiko kehilangan bek yang telah mencatatkan 115 penampilan itu secara gratis musim panas mendatang.

Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.

Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.

Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:

XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)

Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.