Lionel Messi sekali lagi membuktikan bahwa kualitasnya tak lekang oleh waktu setelah meraih posisi kelima yang mengesankan dalam pemeringkatan Ballon d’Or 2026. Meski bermain di Major League Soccer bersama Inter Miami, legenda Argentina itu mengungguli sejumlah bintang elite Eropa dan tetap berada di jajaran lima pemain terbaik dunia.
Messi tetap berada di jajaran elite dunia
Harry Kane menjadi bintang utama dalam seremoni Ballon d’Or 2026 yang digelar di London Palladium pada Senin, 26 Oktober. Namun, Lionel Messi tetap menyita perhatian setelah finis di posisi kelima.
Hasil tersebut diraih pemain Argentina itu setahun setelah namanya sama sekali tidak masuk dalam daftar 30 kandidat. Penampilannya di Piala Dunia 2026 mengingatkan para pemilih akan kemampuannya menentukan hasil pertandingan. Sepanjang turnamen di Amerika Utara, penyerang veteran itu mencatatkan delapan gol dan empat assist, menempati posisi kedua dalam perebutan Sepatu Emas serta meraih Bola Perak. Ia membawa Argentina ke final Piala Dunia untuk kali ketiga dalam kariernya, tetapi timnya kalah 1-0 dari Spanyol setelah perpanjangan waktu. Turnamen itu bisa dibilang menjadi penampilan paling produktif sepanjang karier internasionalnya.
Para penantang belum mampu menandingi sang GOAT
Kylian Mbappé dan Lamine Yamal kerap disebut sebagai penantang utama untuk meraih penghargaan tersebut. Mereka masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga, tetapi perolehan suara keduanya tidak mampu melampaui Kane. Rodri, yang memenangi trofi itu pada 2024 saat masih membela Manchester City dan bergabung dengan Barcelona pada Agustus, menempati posisi keempat setelah menjalani musim ketika ia menjuarai Piala Dunia bersama Spanyol dan meraih Bola Emas turnamen tersebut. Posisi kelima Messi menyamai pencapaiannya pada 2018, menandai konsistensi penampilan di level elite yang telah berlangsung selama hampir dua dekade karier profesionalnya.
Nama-nama lain yang masuk sepuluh besar termasuk Khvicha Kvaratskhelia dari Paris Saint-Germain di posisi keenam dan Ousmane Dembélé di posisi ketujuh. Erling Haaland mengalami lonjakan signifikan dari posisi ke-26 pada tahun sebelumnya ke posisi kedelapan, terutama berkat ketajamannya mencetak gol untuk Manchester City dan torehan tujuh gol di Piala Dunia. Michael Olise dari Bayern Munich dan gelandang PSG Fabián Ruiz melengkapi sepuluh besar. Meski bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa, para pemain itu finis di belakang kapten veteran Inter Miami tersebut dalam penghitungan akhir.
Kane akhiri penantian panjang Inggris
Malam itu menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Inggris ketika Harry Kane menjadi pemain pertama dari negaranya yang memenangi penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001. Striker Bayern Munich itu mencetak 73 gol di semua kompetisi bersama klub dan tim nasional, torehan tertinggi kedua dalam satu musim yang pernah tercatat, hanya kalah dari 82 gol Messi pada 2011-12. Setelah menerima trofi, Kane segera menyampaikan terima kasih kepada mereka yang membantunya mencapai puncak sepak bola dunia. “Terima kasih kepada semua yang memilih saya. Saya bisa membayangkan itu keputusan yang sulit, jadi terima kasih,” katanya kepada hadirin dalam acara tersebut, seperti dikutip Sportskeeda. Ia juga berterima kasih kepada rekan-rekannya di Bayern, termasuk Michael Olise, Dayot Upamecano dan Luis Díaz.
Kane juga mengenang awal kariernya dan perjalanan yang membawanya ke panggung di London. “Saya juga ingin berterima kasih kepada Tottenham Hotspur. Saya tentu tidak akan berada di posisi saya sekarang tanpa Tottenham. Saya berada di sana sejak berusia 11 tahun. Semua bimbingan, semua pelatih, kalian memungkinkan saya mewujudkan impian. Jadi, tentu saja, tanpa semua momen yang kami lalui bersama, semua suka dan duka itu, saya tidak akan sampai pada momen ini,” tambahnya, memberikan penghormatan kepada klub tempat ia menghabiskan sebagian besar kariernya sebelum pindah ke Jerman. Ia juga menyampaikan harapan terbaiknya kepada pelatih Bayern Vincent Kompany, yang menurut Kane berada di rumah atau mungkin masih di rumah sakit.
Meraih penghargaan di Spanyol, absen di London
Messi sendiri tidak hadir dalam acara di London. Beberapa hari sebelumnya, pada 23 Oktober, ia menerima Penghargaan Putri Asturias untuk Olahraga di Oviedo sebagai pengakuan atas keunggulannya yang terus terjaga, kerendahan hati, dan komitmennya terhadap permainan tim. Ketidakhadirannya di London bertepatan dengan dimulainya Messi Cup, turnamen kelompok usia muda yang diselenggarakan Inter Miami dari 25 Oktober hingga 1 November.
Dengan delapan trofi Ballon d’Or yang telah dikoleksinya, Messi tetap menjadi pemain dengan penghargaan terbanyak sepanjang sejarah ajang tersebut. Pada usia 39 tahun, kemampuannya menembus lima besar telah mengubah ekspektasi terhadap pemain veteran. Seiring upayanya terus meningkatkan profil MLS dan mempertahankan standar permainannya yang tinggi, warisannya tetap tak tertandingi. Terlepas dari apakah ia kembali masuk nominasi atau tidak, kiprahnya yang mungkin menjadi babak terakhir bersama elite sepak bola dunia sungguh spektakuler dan membuktikan bahwa ia masih menjadi sosok yang patut diperhitungkan.
Memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam jurnalistik sepak bola, bergabung denganGOALsejak 2010 dan pernah berkontribusi menulis untuk beberapa media lain sepertiFox Sport,ESPNdan jugaBallball.
Mencintai sepak bola sejak Ronaldo menangis di tahun 1998 dan berjumpa dengan bek kiri legendaris Indonesia, Aji Santoso, sambil memegang bola plastik.
Meski kuliah di jurusan bisnis, justru kegemaran membaca koran dan tabloid olah raga sedari kecil yang membuka jalan ke dunia profesional dengan terjun ke jurnalistik sepak bola. Tegar merintis dari seorang pemagang yang menulis berita dari kamar kos hingga bisa meliput turnamen-turnamen bergengsi terutama Piala Dunia 2018 di Rusia.
Tegar juga menikmati membangun cerita kreatif yang mendalam tentang dunia sepak bola, termasuk wawancara dengan tokoh-tokoh ternama seperti pemenang Ballon d'Or Aitana Bonmati.
Strategi konten & SEO
Optimalisasi Media Sosial