Pemain Maroko itu dekat dengan Manchester City
Sebuah laporan media pada hari Rabu ini mengungkapkan bahwa klub Lille menargetkan perekrutan pemain Real Madrid pada bursa transfer musim panas yang tengah berlangsung, untuk menggantikan kepergian yang dinantikan dari bintang Maroko mereka, Ayoub Bouaddi.
Seiring semakin dekatnya Ayoub Bouaddi dengan kepindahan ke Manchester City, Lille telah menentukan calon penggantinya, yang berasal dari akademi Real Madrid.
Bursa transfer musim panas menyaksikan aktivitas yang intens dari klub Lille, yang bersiap memulai babak baru dalam sejarahnya seiring Davide Ancelotti mengambil alih jabatan sebagai direktur teknik.
Setelah beberapa musim yang ditandai dengan kestabilan, klub asal utara ini tengah melewati fase transisi yang sesungguhnya dengan sejumlah perubahan mendasar dalam skuadnya. Beberapa pemain inti telah pergi, seperti Chancel Mbemba, Aïssa Mandi, dan Thomas Meunier, di samping pemain muda Hugo Rajobor.
Kepergian ini memaksa manajemen untuk mempercepat langkah kerja demi membangun tim yang mampu mewujudkan ambisi yang telah mereka canangkan, terutama dengan keikutsertaan Lille di Liga Champions Eropa.
Gelandang muda berusia 18 tahun ini dianggap sebagai talenta luar biasa, dan telah menjadi salah satu bintang muda paling menonjol dalam sepak bola Eropa.
Setelah penampilan gemilangnya yang mencuri perhatian di pentas internasional pada Piala Dunia 2026 bersama Maroko, pemain Lille ini mengalami lonjakan besar dalam nilai pasarnya selama beberapa bulan terakhir.
Lille tidak menyembunyikan ambisi finansial besar mereka terhadap pemain berbakat asal Maroko ini, di mana mereka menilai bahwa harganya bisa melampaui 100 juta euro.
Manchester City kini sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Lille terkait perekrutan Ayoub Bouaddi. Negosiasi telah mencatat kemajuan yang berarti, dan sentuhan akhir terhadap poin-poin utama kesepakatan telah dirampungkan.
Menurut surat kabar "Marca", klub Lille telah menjalin komunikasi dengan Real Madrid untuk membahas kemungkinan merekrut gelandang muda mereka, Jorge Cestero, yang telah menimbulkan kehebohan besar di akademi klub tersebut.
Cestero, yang berusia 20 tahun, saat ini bermain untuk Real Madrid Castilla, dan dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menonjol di klub tersebut. Bahkan pelatih sebelumnya, Álvaro Arbeloa, menggambarkannya sebagai "gelandang bertahan terbaik di Spanyol", sebuah penggambaran yang mencerminkan posisi tinggi yang dinikmati putra Zaragoza ini di Real Madrid.
Sejak bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2019, Cestero secara bertahap mengukuhkan posisinya berkat kecerdasan bermain bolanya, keterampilan teknisnya, dan kemampuannya memimpin lini tengah dari kedalaman. Ia bukan sekadar pemain yang piawai merebut bola, melainkan memiliki gaya bermain modern yang memungkinkannya menembus pertahanan lawan, menahan tekanan mereka, dan memberikan dinamika pada serangan timnya.
Real Madrid memantau dari dekat perkembangan Jorge Cestero, dan kemungkinan kepindahannya ke tim utama dalam jangka menengah tidak menutup kemungkinan.
Pemain ini terikat kontrak hingga tahun 2028, dan ia telah mendapat kesempatan untuk mendekat ke tim yang saat itu dilatih Xabi Alonso, di mana ia ikut serta dalam beberapa sesi latihan bersama para bintang Real Madrid, sebelum Arbeloa memberinya kesempatan tampil perdana bersama tim utama melawan Benfica di Liga Champions Eropa.
Kematangannya meski masih berusia muda serta pengaruhnya di lini tengah Castilla turut mendongkrak ekspektasi terhadap masa depannya. Adapun bagi klub Lille, tampaknya tujuannya adalah mengikat pemain dengan karakteristik serupa Ayoub Bouaddi, yakni merekrut talenta muda dengan potensi tinggi yang mampu berkembang cepat dalam lingkungan yang kompetitif.
Klub tersebut juga mungkin lebih memilih opsi peminjaman, sebuah opsi yang sejalan dengan kebijakan Lille dalam mendukung pengembangan pemain muda yang menjanjikan, sekaligus dengan strategi Real Madrid dalam memberikan lebih banyak waktu bermain di level profesional bagi talenta-talenta mudanya.