“Liga Arab Saudi itu tidak mudah!” Ollie Watkins ungkap hal yang paling mengejutkannya di Al-Hilal setelah meninggalkan Liga Primer Inggris dan Aston Villa untuk hijrah ke Timur Tengah

“Liga Arab Saudi itu tidak mudah!” Ollie Watkins ungkap hal yang paling mengejutkannya di Al-Hilal setelah meninggalkan Liga Primer Inggris dan Aston Villa untuk hijrah ke Timur Tengah

Mantan penyerang Aston Villa, Ollie Watkins, mengaku terkejut dengan tingginya level persaingan di Liga Pro Saudi setelah pindah ke Al-Hilal. Meski telah bertahun-tahun berlaga di kasta tertinggi sepak bola Inggris, penyerang berusia 30 tahun itu terkesan dengan tuntutan teknis dan fisik sepak bola

Mantan penyerang Aston Villa, Ollie Watkins, mengaku terkejut dengan tingginya level persaingan di Liga Pro Saudi setelah pindah ke Al-Hilal. Meski telah bertahun-tahun berlaga di kasta tertinggi sepak bola Inggris, penyerang berusia 30 tahun itu terkesan dengan tuntutan teknis dan fisik sepak bola Timur Tengah.

Watkins memuji kekuatan klub-klub Arab Saudi secara keseluruhan setelah merasakan langsung pertandingan domestik dan kompetisi Asia sejak meninggalkan Birmingham. Sempat memiliki gambaran dari luar tentang seperti apa liga tersebut, pemain internasional Inggris itu segera menyadari betapa ketatnya persaingan di sana. Berbicara setelah menjalani serangkaian pertandingan dengan performa apik di Riyadh, sang penyerang mengungkapkan bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Setelah beberapa musim bermain bersama Villa di salah satu liga paling menuntut di Eropa sebelum pindah ke Timur Tengah, Watkins merasa memiliki bekal untuk menilai kualitas kompetisi tersebut. Menilai pengalamannya di liga itu sejauh ini, Watkins mengatakan kepada wartawan, seperti dikutipwinwin.com: "Liga Arab Saudi sulit, dan saya terkejut dengan kualitas klub-klub serta dasar-dasar permainannya. Saya sangat senang berada di Arab Saudi."

Pernyataan itu senada dengan apa yang disampaikan sang penyerang sesaat setelah menjalani debutnya bersama Al-Hilal melawan Al-Ahli pada September lalu. Seusai penampilan perdananya itu, mantan andalan Villa tersebut mengatakan bahwa tuntutan fisik dan kualitas pemain lawan sebanding dengan intensitas yang biasa ia hadapi sepanjang kariernya di Premier League.

Watkins tak butuh waktu lama untuk menunjukkan pengaruhnya di lapangan sejak tiba di Riyadh. Sejauh ini, ia mencatatkan lima gol dan lima assist dalam delapan penampilan di Liga Pro Arab Saudi. Selain kontribusinya di kompetisi domestik, pemain berusia 30 tahun itu juga mencetak satu gol dalam dua penampilan di Liga Champions Elite AFC.

Kontribusi langsungnya di sepertiga akhir lapangan membantu tim asuhan pelatih kepala Simone Inzaghi naik ke puncak klasemen liga domestik dengan 30 poin dari 11 pertandingan. Perolehan itu membuat pemuncak klasemen unggul dua poin atas Al Qadsiah di posisi kedua, yang sudah memainkan 12 pertandingan, serta Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo, yang juga mengoleksi 28 poin dari 11 laga.

Skuad Inzaghi kini harus sejenak mengesampingkan upaya mempertahankan gelar domestik untuk kembali fokus pada kompetisi Asia pada pertengahan pekan. Al-Hilal menjamu Shabab Al Ahli di Riyadh dalam pertandingan pekan keempat Liga Champions Elite AFC pada Selasa, 3 November. Watkins akan berusaha menambah catatan golnya yang mengesankan saat pemuncak klasemen liga Arab Saudi itu berupaya menjaga momentum di kedua kompetisi.

Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.

Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.

Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.

Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:

XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)

Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.