Lennart Karl tampaknya merespons perbincangan terbaru seputar dirinya lewat selebrasi mencolok setelah mencetak gol yang membawa Bayern unggul atas Atletico Madrid.
Setelah merayakan golnya pada menit ke-54 bersama rekan-rekan setim dalam kemenangan tandang Bayern 2-0 pada Selasa malam, Karl tak melewatkan kesempatan untuk menyindir para pengkritiknya. Sambil menempelkan kedua tangan ke telinga, permata lini serang Bayern itu memperagakan gestur "bla-bla". Seolah ingin berkata: Omongan kalian tak menarik bagiku.
Karl sebelumnya juga pernah melakukan sejumlah gestur saat merayakan gol yang mengundang tanda tanya.
Misalnya, saat mencetak gol melawan Mainz dan Sporting Lisbon pada akhir tahun lalu. Kala itu, ia mengatup-ngatupkan jari kedua tangannya yang menghadap ke arahnya, atau mungkin menggosok-gosokkannya. Lalu, ia menempelkan telunjuk kanan ke bibir. Beberapa pekan kemudian, ia mencetak gol sebagai pemain pengganti melawan 1. FC Köln. Setelah itu, Karl mula-mula membuat gestur "tenang" ala Cristiano Ronaldo, lalu berpose dengan tangan bersilang ala Kylian Mbappe di depan tribun suporter tim tamu. Saat berjalan kembali ke daerah pertahanan timnya, ia tersenyum sambil mengacungkan telunjuk ke arah bangku cadangan, lalu menunjuk jam imajiner di pergelangan tangannya.
"Banyak teman dekatnya duduk di bangku cadangan, semuanya masih muda. Saya rasa ia sedang berkomunikasi dengan teman-temannya. Mereka semua anak-anak muda, mungkin belum punya jam tangan dan masih harus membelinya. Entahlah," spekulasi Vincent Kompany sambil tertawa kala itu. Selebrasi golnya juga pernah menimbulkan masalah, misalnya ketika ia meminta maaf setelah mencetak gol melawan SV Elversberg beberapa pekan lalu karena berjalan ke arah tribun suporter tuan rumah dengan cara yang provokatif.
Namun, di Madrid pada Selasa malam, ada konteks yang cukup sensitif di balik selebrasi gol Karl yang kembali mencuri perhatian.
Sebab, secara teori, salah satu orang yang mungkin ia tuju dengan gestur itu adalah presiden kehormatan sekaligus tokoh berpengaruh FCB, Uli Hoeneß. Bagaimanapun, Hoeneß turut memicu perdebatan publik terbaru mengenai pemain berusia 18 tahun itu ketika baru-baru ini mengatakan tentang Karl dalam wawancara denganWelt am Sonntag: "Saya berniat berbicara serius dengannya." Menurutnya, Karl "masih jauh dari status superstar. Pemain muda membutuhkan kerendahan hati. Perbandingan dengan Olise jelas tidak baik baginya, jarak di antara mereka masih sangat jauh. [...] Pemain muda juga membutuhkan tekanan. Misalnya, saya tidak tahu apakah Lennart Karl akan terbantu jika ia selalu dirangkul."
Selain itu,Bildbaru-baru ini melaporkan bahwa di internal FCB, bukan hanya Hoeneß yang disebut terganggu oleh "gaya hidup glamor" Karl, seperti ditulis surat kabar tabloid tersebut. Di tengah penurunan performa kecil dalam beberapa pekan terakhir, yang sepenuhnya wajar bagi pemain seusia Karl, perbincangan media mengenai pemain yang telah empat kali membela timnas Jerman itu belakangan semakin ramai.
Agen Karl, Michael Ballack, kemudian membelanya menjelang dan seputar laga besar melawan Borussia Dortmund akhir pekan lalu. Namun, pembelaan itu juga membuat pemberitaan tentang kliennya terus berlanjut. "Uli Hoeneß berhak mengkritik citra yang ditampilkannya di hadapan publik. Namun, jelas pula bahwa dengan melakukannya, ia menjadikan Lennart sasaran kritik secara terbuka," kata Ballack kepadaDAZNsaat mengecam para petinggi Bayern atas cara mereka memperlakukan Karl. Ia juga mengkritik direktur olahraga FCB, Max Eberl. Menurut Ballack, Eberl "sekarang menyebut Lennart mengalami penurunan performa, disertai pembahasan tentang kesalahan-kesalahannya, justru ketika grafik penampilannya kembali jelas menanjak. Dari segi waktu, itu sulit dipahami dan isinya setidaknya patut dipertanyakan."
Setelah laga melawan BVB, Eberl pun ditanya mengenai pernyataan Ballack dan mengaku bingung dengan dua peran pria berusia 50 tahun itu. "Saya tidak tahu apakah ia mengatakan itu sebagai pakar DAZN atau sebagai agen sang pemain," balas Eberl dengan nada menyindir. Ia kemudian mengatakan kepadaSky: "Sejujurnya, menurut saya sulit jika sebuah perselisihan dilakukan lewat media." Mengenai situasi Karl di lapangan, ia menegaskan: "Kami tahu perkembangannya bisa saja mengalami penurunan sesaat. Dan hanya itu yang kami katakan. Sekarang terlihat bahwa grafiknya kembali naik dan ia berada di jalur yang tepat. Saya terkesan dengan cara anak muda ini mengesampingkan semua itu. Itulah yang saya katakan sebagai perwakilan Bayern München."
Setelah absen dari Piala Dunia akibat robekan pada berkas otot paha yang dialaminya sesaat sebelum turnamen dimulai, Karl sempat kesulitan menemukan ritmenya pada awal musim. Namun, dalam beberapa pertandingan terakhir, grafik performa gelandang serang itu kembali jelas menanjak, dengan gol pentingnya melawan Atletico sebagai puncak sementara.
Seusai pertandingan, ketika Karl ditarik keluar pada menit ke-68, juara dunia Mats Hummels mengomentari selebrasinya dan menegaskan bahwa ia cukup jengkel melihatnya. "Sekarang kita terlalu sering melihat selebrasi itu," kata Hummels sebagai pengamat diPrime Video. Ia pun mengaku tidak memahami gestur tersebut: "Kritik adalah bagian dari sepakbola. Kamu menghasilkan banyak uang karena begitu banyak orang membicarakannya."
Mantan pemain timnas Jerman itu juga terganggu karena, dengan selebrasi semacam itu, Karl memberi contoh buruk bagi pemain-pemain muda. "Putra saya berusia delapan tahun, dan dalam pertandingan tim-timnya saya sudah melihat anak-anak melakukan selebrasi itu karena sekarang begitu sering muncul," kata Hummels. "Saya melarang putra saya melakukan selebrasi itu. Namun, selain itu: Jawaban yang luar biasa dari Lennart Karl dan FC Bayern."
Sementara itu, kapten Bayern Manuel Neuer, yang telah pulih dari cedera, menegaskan: "Tidak ada yang perlu diperdebatkan ataupun dibahas soal itu." Menurutnya, para pemain FCB yang berkumpul untuk merayakan gol juga tidak memiliki alasan khusus: "Lenny adalah bagian yang sangat penting dari tim. Ia bagian dari kelompok ini dan karena itu kami ikut senang untuknya. Kami selalu berharap ia menjalani pertandingan terbaik dan tampil hebat. Hari ini ia kembali membuktikannya."
Konrad Laimer, yang mencetak gol untuk memastikan kemenangan 2-0 sang juara Jerman pada menit ke-74, mengatakan kepadaPrime Videomengenai selebrasi Karl: "Saya senang untuk anak itu. Ia tetap tenang dan bekerja keras. Hari ini ia mendapatkan hasil dari kerja kerasnya. Gol itu juga lahir dari kerja keras. Ia turun membantu, merebut bola, lalu entah bagaimana memasukkannya." Karl masih muda dan harus "terus belajar dan berkembang. Ia berada di jalur yang sangat bagus. Karier besar menantinya," prediksi pemain asal Austria itu.