KOMPAS.com- Leicester City dikabarkan memasuki proses penjualan setelah pemilik klub, keluarga Srivaddhanaprabha melalui King Power International, menawarkan seluruh aset klub kepada calon investor.
Menurut laporan The Athletic, brosur penjualan bertajuk "Project Lineup" telah disusun bank investasi global Citigroup dan dikirim kepada sejumlah calon investor.
Dokumen tersebut memuat rincian asetLeicester City, mulai dari tim putri, akademi, King Power Stadium, pusat latihan Seagrave, hingga klub saudara mereka di Belgia, OH Leuven.
Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, keluarga Srivaddhanaprabha memasang harga 222 juta poundsterling atau sekitar Rp 5,33 triliun untuk keseluruhan portofolio.
Namun, nilai transaksi disebut lebih mungkin berada di kisaran 148 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,55 triliun.
Baca juga:Sedekade Lalu Juara Premier League, Leicester City Resmi Degradasi ke Kasta Ketiga
Penurunan tersebut berkaitan dengan kondisi Leicester yang baru terdegradasi ke League One, kasta ketiga sepak bola Inggris, serta kerugian finansial yang dialami klub dalam beberapa tahun terakhir.
Leicester mengalami penurunan drastis dalam empat musim terakhir.
Dalam empat laporan keuangan sejak 2021, klub mencatat kerugian masing-masing sebesar 92,5 juta poundsterling, 89,7 juta poundsterling, 19,4 juta poundsterling, dan 71,1 juta poundsterling.
Jika dikonversikan dengan kurs 1 poundsterling = Rp 24.000, total kerugian tersebut mencapai sekitar Rp 6,54 triliun.
Penurunan performa juga terjadi di lapangan. Leicester yang sebelumnya menjadi juara Premier League pada 2016 kini harus bermain di League One setelah mengalami tiga kali degradasi.
Baca juga:Resmi, Leicester City Berpisah dengan Ruud van Nistelrooy
Meski demikian, paket aset Leicester tetap dinilai memiliki daya tarik bagi calon investor.
Portofolio properti klub pada 2025 disebut bernilai 204 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,90 triliun.
Rinciannya adalah King Power Stadium senilai 74 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,78 triliun, pusat latihan Seagrave senilai 121 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,90 triliun, serta Belvoir Drive senilai 9 juta poundsterling atau sekitar Rp 216 miliar.
Leicester juga memiliki lahan di sekitar King Power Stadium yang dibeli seharga 11,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 278,4 miliar.
Lahan tersebut sebelumnya disiapkan sebagai bagian dari rencana perluasan stadion, tetapi proyek itu dihentikan setelah Leicester terdegradasi dari Premier League pada akhir musim 2022-2023.
Baca juga:Jamie Vardy Cetak Gol Ke-200 dalam Laga Terakhir di Leicester City