Legenda Liverpool Kecewa Berat Mohamed Salah Gabung Trabzonspor

Legenda Liverpool Kecewa Berat Mohamed Salah Gabung Trabzonspor

KOMPAS.com -Mohamed Salah resmi bergabung dengan rakasasa Super Lig Turkiye, Trabzonspor pada musim panas 2026-2027.

KOMPAS.com -Mohamed Salah resmi bergabung dengan rakasasa Super Lig Turkiye, Trabzonspor pada musim panas 2026-2027.

TrabzonspormerekrutMohamed Salahsecara gratis usai dilepasLiverpoolpada akhir musim lalu dan dikontrak selama dua musim.

Sebelum bergabung dengan Trabzonspor, Salah sempat dikaitkan dengan sejumlah tim termasuk Fenerbahce hingga klub dari Arab Saudi.

Keputusan Salah untuk melanjutkan karier di Turkiye ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan.

Baca juga:Mohamed Salah Tiba di Turkiye, Selangkah Lagi Berseragam Trabzonspor

Apalagi, kapten Timnas Mesir itu memang sempat dihubungkan dengan sejumlah klub besar di Eropa.

Legenda hidup Liverpool sekaligus pandit asal Inggris,Jamie Carraghermenyoroti kepindahan Salah ke Trabzonspor.

Menurutnya, kompetisi di Turkiye levelnya terlalu rendah untuk pemain selevel Mohamed Salah.

Mohamed Salah memang sempat menjadi incaran beberapa tim Italia termasuk mantan klubnya dulu, AS Roma.

Tak hanya itu, AC Milan dan Juventus juga dikabarkan berminat untuk mendatangkan peman 34 tahun tersebut.

Walau begitu, Carragher paham jika masalah gaji membuat Mohamed Salah sulit untuk meneruskan karier di Italia meski secara kualitas masih sangat mampu.

Baca juga:Ini Gaji Fantastis Mohamed Salah di Trabzonspor

"Menurut saya, dia masih mampu bermain di Serie A. Bagi saya, level kompetisi di Turki terlalu rendah."

"Saya yakin dia akan berlabuh di AC Milan, Juventus, atau klub semacam itu. Mungkin gajinya menjadi kendala," kata Carragher menurut laporan dari Daily Mail.

Salah kabarnya mendapat bayaran bersih mencapai 17 juta euro (Rp350 miliar per tahun) ditambah dengan bonus tambahan bersama Trabzonspor.

Baca juga:Infantino Mengaku Salah Soal Rencana Jual Hak Piala Dunia, Tetap Dapat Dukungan Penuh Dewan FIFA

Bonus tersebut tidak hanya didasarkan pada penampilannya di lapangan, tetapi juga berasal dari hasil penjualan merchandise dan jersey.

Bahkan, ia disebut akan memperoleh pembagian sebesar 20 hingga 25 persen dari pendapatan penjualan kedua produk tersebut.