Osimhen mampu mengubah segalanya sendiri
Beberapa jam sebelum duel panas yang dinanti di Liga Champions antara Barcelona dan Galatasaray, muncul suara seorang pakar Turki yang memahami isi dapur kedua tim untuk menjelaskan segalanya dengan gamblang.
Dengan pesan yang penuh rasa hormat sekaligus penuh tantangan, legenda Galatasaray Erdal Keser menganalisis kondisi tim Katalan dan peluang klub lamanya untuk membalikkan meja atas pasukan Hansi Flick.
Kesimpulan ucapannya terangkum dalam satu kalimat yang akan memicu perdebatan di Spanyol dan Turki sekaligus: "Lamine Yamal adalah Messi berikutnya, tidak ada keraguan soal itu".
Keser, yang merasakan pengalaman Eropa dengan kostum Galatasaray, mengakui bahwa Barcelona saat ini benar-benar berbeda. Dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol "AS", ia berkata: "Seluruh Eropa mengenal Barcelona dengan baik karena mereka tim istimewa yang telah kembali ke performa terbaiknya".
Namun keyakinannya terhadap mantan klubnya tidak kalah besar. Menurut Keser, Galatasaray saat ini memiliki apa yang tidak mereka miliki pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, dan memiliki senjata yang membuat mereka mampu menantang Barcelona milik Flick.
Rahasia keyakinan itu terletak pada satu nama dari sudut pandang mantan bintang Galatasaray tersebut: Victor Osimhen.
Keser menilai striker Nigeria itu sebagai titik perubahan sesungguhnya dalam skuad tim Turki tersebut, dan ia berkata dengan jelas: "Dia pemain terpenting. Jika dia fit secara fisik dan mampu bermain, itu akan menguntungkan tim. Dia bisa mengubah jalannya pertandingan sendirian".
Ia menambahkan sambil menegaskan besarnya perbedaan: "Kami tidak pernah punya pemain seperti dia sebelumnya", sebuah isyarat jelas bahwa Galatasaray kini memiliki striker kelas dunia yang mampu menghukum lini belakang mana pun, bahkan lini belakang Barcelona.
Keser juga berbicara tentang Ilkay Gundogan, yang sebelumnya pernah bermain untuk Dortmund dan Barcelona, dan mengungkap bahwa ketika ia memimpin kantor pemantau bakat Federasi Turki di Jerman, ia berusaha membujuk Gundogan untuk membela Turki.
Ia berkata tentangnya: "Dia memberikan keseimbangan, kecerdasan, dan kualitas tinggi di lini tengah". Ia menilai kepulangannya ke Turki setelah memimpin Manchester City dan pengalamannya bersama Barcelona merupakan bukti pertumbuhan besar yang dialami Liga Turki dalam menarik para bintang.
Keser tidak menyembunyikan kekagumannya yang besar terhadap fenomena muda Barcelona, Lamine Yamal, yang juga menjadi buah bibir media di Turki.
Ia berkata: "Tidak ada ruang untuk berdebat soal Lamine Yamal. Dia adalah Messi berikutnya, tidak ada pemain lain yang memiliki bakat seperti dia". Ia menilai kemampuannya mengacaukan pertahanan, menciptakan peluang, dan menguasai tempo permainan akan menjadikannya ancaman terbesar yang harus dicari solusinya oleh Galatasaray untuk membatasi bahayanya.
Dalam bagian menarik dari analisisnya, Keser menyoroti kondisi Karim Adeyemi, mantan rekan setimnya di Borussia Dortmund, sambil menjelaskan mengapa pemain itu tampil lebih bersinar di luar Jerman.
Ia berkata: "Mereka tidak memahaminya di sana, dan mereka tidak memanfaatkan potensi tersembunyinya: berlari di belakang garis pertahanan". Ia menilai klub Jerman itu gagal memanfaatkan kecepatan dan pergerakannya tanpa bola, sementara di Barcelona ia menemukan sistem yang melayani potensinya.
Ia menambahkan: "Dia pemain dengan posisi terhormat, dan saat ini dianggap sebagai salah satu pemain terpenting Barcelona. Ini menunjukkan bagaimana sistem mengubah kualitas seorang pemain. Dia sedang berada di puncak penampilannya saat ini".
Keser menutup analisisnya dengan perbandingan menarik antara liga-liga Eropa, di mana ia menilai Liga Turki kini sudah sangat dekat dengan Bundesliga dalam hal level, kalau saja tidak ada Bayern Munchen yang berada di level lain.
Ia berkata: "Di Jerman, hanya ada Bayern Munchen, dan tim-tim lainnya bersaing menantang mereka". Ia menerapkan logika yang sama pada Spanyol: "Di Spanyol, situasinya kini serupa. Ada Barcelona, lalu ada tim-tim lainnya".
Itu adalah pesan penuh keyakinan yang disampaikan Keser, bahwa sepak bola Turki telah berkembang cukup jauh untuk bersaing dengan tim-tim besar, dan Galatasaray tidak akan menjadi tamu yang mudah pada malam Eropa hari Selasa.