Lazio Langsung Tersingkir dari Coppa Italia, Era Gattuso Dimulai dengan Memalukan

Lazio Langsung Tersingkir dari Coppa Italia, Era Gattuso Dimulai dengan Memalukan

KOMPAS.com- Era Gennaro Gattuso sebagai pelatih Lazio dimulai dengan hasil mengejutkan setelah I Biancocelesti tersingkir dari Coppa Italia usai kalah menghadapi lawan dari kasta kedua Liga Italia.

KOMPAS.com- Era Gennaro Gattuso sebagai pelatih Lazio dimulai dengan hasil mengejutkan setelah I Biancocelesti tersingkir dari Coppa Italia usai kalah menghadapi lawan dari kasta kedua Liga Italia.

Laziokalah 0-2 dari Mantova pada pertandinganCoppa Italiayang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, pada Senin (17/8/2026) dini hari WIB.

Mantova merupakan klub dari kasta keduaLiga Italiayang musim lalu finisih di peringkat kesembilan dari 20 tim di Serie B.

Kekalahan tersebut ironisnya membuat Lazio tersingkir pada rintangan pertama setelah mampu melaju hingga final pada edisi sebelumnya.

Laga melawan Mantova juga menjadi pertandingan pertama Gattuso sebagai pelatih Lazio.

Dengan absennya sejumlah pemain, ia tetap menggunakan formasi 4-3-3 yang sebelumnya menjadi ciri permainan Maurizio Sarri.

Gattuso menurunkan Christos Mandas sebagai penjaga gawang, dengan Adam Marusic, Danilho Doekhi, Oliver Provstgaard, dan Alfonso Pedraza di lini belakang.

Nicolo Rovella bermain sebagai gelandang bertahan, didampingi Fisayo Dele-Bashiru dan Kenneth Taylor.

Sementara itu, Boulaye Dia menjadi ujung tombak dengan dukungan Matteo Cancellieri dan kapten Mattia Zaccagni.

Lazio sebenarnya mengawali pertandingan dengan agresif.

Baca juga:Sarri Letakkan Jabatan Pelatih Lazio, Gattuso Jadi Pengganti?

Mereka memiliki tiga peluang dalam beberapa menit pertama. Sepakan Dele-Bashiru yang mengenai pemain lawan membentur tiang gawang.

Bola muntah kemudian jatuh kepada Dia, tetapi peluang tersebut gagal dimanfaatkan karena sepakannya tepat mengarah kepada kiper Mantova, Francesco Bardi.

Tidak lama kemudian, Pedraza mengirim umpan terobosan kepada Cancellieri di dalam kotak penalti.

Cancellieri langsung melepaskan tembakan, tetapi bola melambung tipis di atas mistar.

Setelah periode tersebut, Lazio kesulitan menciptakan peluang. Satu-satunya ancaman berikutnya datang melalui tembakan jarak jauh Dele-Bashiru yang masih mampu diamankan Bardi.