KOMPAS.com -Tuntutan yang disuarakan terkait penunggakan hak finansial akhirnya membuahkan hasil.
Skuad dan staf tim nasional Yordania kini telah mengantongi uang hadiah atas partisipasi mereka, tak lama setelah PangeranAli bin Husseinmelontarkan tuduhan adanya upaya pemerasan yang dilakukan olehFIFA.
Pencairan dana ini terjadi hanya berselang dua hari semenjak Pangeran Ali mengutarakan kritik tajam kepada Presiden FIFA,Gianni Infantino.
Kritik tersebut dipicu oleh langkah sang presiden yang menarik kembali rencananya terkait penjualan sahamPiala Duniasetelah mendapati dirinya berada dalam pusaran desakan dari berbagai konfederasi maupun asosiasi nasional.
Dalam kritiknya, Pangeran Ali mengungkapkan bahwa pihak FIFA sempat menawarkan bantuan untuk menyelesaikan problem yang dialami oleh kerajaannya, dengan syarat adanya dukungan politik sebagai imbalan.
Baca juga:Usai Wacana FFE Batal, FIFA Tak Akan Diam Lagi Atas Serangan Integritas
Salah satu isu utama yang ia soroti adalah tertundanya pencairan bonus sejak bulan Desember, menyusul kesuksesan timnas melaju hingga partai puncak ajangPiala Arabdi Qatar.
Pangeran Ali bin Hussein memberikan pernyataan resminya terkait pencairan dana yang terkesan mendadak tersebut. Ia tetap mempertahankan sikap kritisnya terhadap lambannya birokrasi di tubuh otoritas sepak bola dunia itu.
"Terima kasih kepada pihak administrasi FIFA yang tiba-tiba pagi ini menyerahkan apa yang menjadi hak para pemain dan staf pelatih kami, atas keberhasilan Tim Nasional Yordania mencapai final Piala Arab FIFA di Qatar pada Desember lalu," kata Pangeran Ali dikutip dariReuters, Kamis (6/8/2026).
"Ini adalah dana yang seharusnya sudah diterima delapan bulan yang lalu."
Baca juga:Menuju Kongres FIFA 2027, PSSI Tegaskan Dukungan untuk Gianni Infantino
Lebih lanjut, ia menuding adanya komunikasi verbal selama pergelaran turnamen akbar sebelumnya, di mana dijanjikan bahwa dukungan untuk kembali memenangkan Infantino akan sangat menguntungkan bagiFederasi Sepak Bola Yordania.
Hingga saat ini, belum ada respons atau tanggapan resmi dari badan sepak bola dunia tersebut mengenai tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Meski dana yang tertunggak akhirnya cair, Pangeran Ali menegaskan bahwa perkembangan positif ini tidak lantas melunturkan kekhawatiran organisasinya terhadap arah dan gaya kepemimpinan saat ini.
Ia menilai ada masalah mendasar yang perlu terus dikawal.
Baca juga:Infantino Disebut Tawarkan Final Piala Dunia 2030 kepada Maroko di Tengah Krisis FIFA
"Ini merupakan cerminan dari kesulitan-kesulitan yang sama persis yang kita semua hadapi dan yang biasanya terkait dengan pemilihan presiden FIFA," tambah Pangeran Ali bin Hussein.
Pangeran Ali pun menutup pernyataannya dengan komitmen tegas terkait posisi federasinya pada bursa pemilihan mendatang.
"Dan hal ini tidak mengubah posisi saya yang jelas terkait kepemimpinan FIFA: Asosiasi Sepak Bola saya dan saya tidak akan mendukung Presiden Infantino, dan kami juga tidak akan memilihnya," pungkasnya.