KOMPAS.com -Mantan Wakil Presiden FIFA, Jim Boyce, menuntut agar otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut kembali menempatkan suporter sebagai prioritas utama.
Teguran ini muncul sesudah PresidenFIFA,Gianni Infantino, mencabut gagasan untuk melego sebagian kepemilikan kompetisi kepada pihak swasta, sebuah ide yang dianggapJim Boycesangat absurd.
Sebelumnya, FIFA melontarkan wacana untuk meraup dana segar hingga 4,2 miliar dolar AS melalui pelepasan 20 persen saham pada badan bentukan baru yang bertugas menaungi sejumlah turnamen besar, yang tak terkecuali ajang bergengsiPiala Dunia.
Namun, langkah komersialisasi ini langsung memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak yang peduli terhadap muruah olahraga.
Rencana pelepasan saham tersebut direspons dengan sangat keras oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa atauUEFA, yang bahkan sempat mengultimatum akan melakukan boikot terhadap seluruh agenda FIFA karena dinilai menggadaikan roh dari olahraga itu sendiri.
Baca juga:QFA Apresiasi Langkah FIFA Tarik Proposal Kontroversial FFE
Di sisi lain, induk organisasi sepak bola dunia ini sempat berdalih bahwa langkah itu akan mendatangkan miliaran dolar untuk kemajuan sepak bola global dan menuding media salah mengartikan kebijakan mereka.
“Tidak mungkin hal ini dijual kepada investor,” kata Boyce dikutip dari Reuters, Senin (3/8/2026).
“Jika Anda berinvestasi, Anda tentu ingin menghasilkan uang dari investasi tersebut. FIFA adalah organisasi nirlaba.”
“Untuk mempromosikan sepak bola di seluruh dunia, mereka tidak membutuhkan investor dari luar,” lanjutnya.
Menurut pria tersebut, rentetan kejadian kontroversial ini menyisakan pekerjaan rumah yang menumpuk bagi federasi guna merestorasi kepercayaan publik.
“Penggemar sepak bola pada umumnya merasa muak dengan apa yang telah terjadi. Mereka ingin melihat upaya perbaikan apa yang akan dilakukan,” tegas Jim Boyce.
“Jabatan presiden FIFA adalah posisi yang sangat tinggi. Dan kini, jika ia ingin mempertahankan jabatannya, ia harus mulai memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh apa yang hanya bisa saya gambarkan sebagai usulan yang konyol.”
Baca juga:UEFA Tekan FIFA, Gianni Infantino Disebut Telah Ingkar Janji
Tekanan terhadap Gianni Infantino kian menguat pada akhir pekan ketika konfederasi regional UEFA bersama denganCONCACAFmenegaskan hilangnya asa mereka terhadap era kepemimpinannya.
Imbas dari wacana tersebut juga memukul lingkaran terdekatnya, di mana penasihat seniorCarlos Cordeiromemilih mundur pada hari Jumat dan melabeli rencana tersebut sebagai kerugian besar bagi dunia sepak bola.
Posisi sang presiden kini berada di bawah bayang-bayang persaingan jelang proses pemilihan ulang tahun depan.