Koulibaly Ungkap: Mengapa Dia Mengancam Salem Al-Dawsari dengan "Pembunuhan"?

Koulibaly Ungkap: Mengapa Dia Mengancam Salem Al-Dawsari dengan "Pembunuhan"?

Apa yang dikatakan bintang Senegal itu?

Apa yang dikatakan bintang Senegal itu?

Bek Al Hilal asal Senegal, Kalidou Koulibaly, mengungkap sisi menarik dari hubungannya dengan rekan setimnya Salem Al Dawsari, menjelaskan cara ia memperlakukannya di dalam lapangan, serta alasan di balik ancaman "membunuh" yang ia lontarkan secara bercanda kepadanya dalam salah satu pertandingan tim.

Koulibaly berkata tentang Salem Al Dawsari dalam podcast "The mo Show": "Salem mungkin agak tertutup, ia tidak ingin memperlihatkan perasaannya kepada orang lain, tetapi saya rasa ia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah Arab Saudi."

Baca juga:Video: Al Hariri: Ronaldo tidak menambahkan apa pun dan harus diusir dari Al NassrBek Al Hilal itu menjelaskan bahwa Salem Al Dawsari, seiring bertambahnya usia, kini dituntut untuk lebih memperhatikan kondisi fisiknya, seraya menegaskan bahwa bintang Arab Saudi itu masih memiliki ambisi besar untuk meraih lebih banyak pencapaian pada tahun-tahun mendatang.

Koulibaly mengungkap sebuah percakapan yang terjadi di antara mereka, setelah ia bertanya kepada Salem tentang alasan ia jarang berbicara, lalu Salem menjawab bahwa ia ingin menciptakan sejarah, menjadi pencetak gol terbanyak timnas Arab Saudi, sekaligus menjadi salah satu pemain terbaik di Benua Asia.

Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

Koulibaly menambahkan: "Saya akan melakukan segala hal untuk membantunya menjadi pemain Asia terbaik, bahkan jika saya harus mengoper bola kepadanya di beberapa kesempatan ketika seharusnya saya tidak melakukannya," sebagai isyarat atas keinginannya membantu Salem meraih tujuan-tujuannya.

Koulibaly menyinggung sebuah momen lucu di antara mereka, dengan berkata: "Kadang ia tidak bertahan. Baiklah, tidak masalah, jangan bertahan, tetapi jika kamu tidak mencetak gol, aku akan membunuhmu setelah itu. Baiklah, cetaklah gol," seraya menjelaskan bahwa Salem memang berhasil mencetak gol beberapa menit setelah kata-kata itu.

Koulibaly menutup ceritanya dengan mengungkap reaksi Salem setelah gol tersebut, dengan mengatakan bahwa Salem menatapnya seolah-olah berkata kepadanya: "Coba katakan lagi," dalam sebuah momen yang mencerminkan sifat hubungan antara keduanya serta suasana penuh canda yang ada di antara mereka di dalam Al Hilal.