Kostumnya hadir, namun pemiliknya tiada: Tenerife melepas kepergian Jesus de Miguel di tengah air mata yang tak berkesudahan

Kostumnya hadir, namun pemiliknya tiada: Tenerife melepas kepergian Jesus de Miguel di tengah air mata yang tak berkesudahan

Dalam momen penuh haru, klub Spanyol Tenerife melepas kepergian pemainnya yang telah tiada, Jesus de Miguel, dalam sebuah upacara penghormatan yang digelar di Stadion "Heliodoro Rodriguez Lopez", di tengah kehadiran para suporter dan tokoh olahraga dalam jumlah besar, yang diliputi perasaan duka dan

Dalam momen penuh haru, klub Spanyol Tenerife melepas kepergian pemainnya yang telah tiada, Jesus de Miguel, dalam sebuah upacara penghormatan yang digelar di Stadion "Heliodoro Rodriguez Lopez", di tengah kehadiran para suporter dan tokoh olahraga dalam jumlah besar, yang diliputi perasaan duka dan air mata. Tribun stadion pun berubah menjadi ruang untuk mengenang kembali kenangan sang pemain yang pergi di usia mudanya.

Upacara tersebut, menurut surat kabar "Marca"yang berlangsung hampir dua jam pada hari Sabtu ini, dihadiri oleh perwakilan klub-klub divisi pertama dan kedua Spanyol, bersama para suporter klub, rekan setim sang pemain, serta anggota keluarganya, dalam sebuah perpisahan luar biasa yang tak diwarnai sepak bola, melainkan dipenuhi perasaan kesetiaan dan kasih sayang.

Meski ancaman badai "Bruna" membuat tribun tidak terisi penuh, barisan antrean suporter di depan stadion mencerminkan betapa besar kesedihan atas kepergian sang pemain. Keheningan menyelimuti sebagian besar jalannya upacara penghormatan, sebelum sorakan menggemakan nama "Demi", sebagaimana ia dikenal di antara rekan-rekan dan para penggemarnya.

Gerbang nomor 9, yang identik dengan nomor punggung Jesus de Miguel, menjadi salah satu titik paling menonjol dalam perpisahan ini, setelah berubah menjadi lautan bunga, lilin, syal, dan kostum. Para suporter meninggalkan pesan-pesan terakhir mereka di sana untuk sang pemain yang tak akan lagi mengenakan kostum Tenerife.

Enrique Gallego, kapten tim, mengungkapkan betapa sulit menerima kepergian rekannya, menegaskan bahwa ruang ganti masih diselimuti kesedihan atas kehilangan ini, dan berkata: "Sangat sulit berada di sini. Tidak ada seorang pun yang siap berada di sini pada saat seperti ini, atau menemukan kata-kata yang tepat untuk melepas kepergian seseorang yang hingga belum lama ini masih bersama kami di ruang ganti".

Kapten Tenerife itu menambahkan pesan mengharukan untuk rekannya yang telah tiada: "Kau akan selalu menjadi bagian dari kami", seraya menyatakan bahwa kenangan akan dirinya akan selalu hadir dalam kehidupan para pemain, dan bahwa klub melampaui batas persaingan olahraga menjadi sebuah keluarga yang menyatukan anggotanya.

Di sisi lain, Felipe Minambres, presiden klub, mengenang kembali kenangannya bersama Jesus de Miguel, menggambarkannya sebagai sosok yang tenang dan dekat dengan semua orang, yang selalu siap membantu orang lain tanpa mengharap imbalan, seraya menegaskan bahwa rasa malunya di luar lapangan lenyap sepenuhnya di dalam kotak penalti.

Raico Garcia, pemegang saham terbesar klub, juga mengungkapkan duka mendalamnya atas kehilangan yang menimpa keluarga besar Tenerife, dan menyampaikan terima kasih kepada institusi, klub, dan suporter yang telah memberikan dukungan selama masa sulit ini, serta secara khusus menyebut klub Las Palmas beserta presidennya Miguel Angel Ramirez, dalam sebuah gestur yang melampaui batas persaingan antara kedua klub.

Bagian paling mengharukan dalam upacara ini adalah janji yang diucapkan para pejabat klub kepada Carla, putri sang pemain yang telah tiada. Garcia menegaskan bahwa Tenerife tidak akan membiarkannya sendirian, dan bahwa klub akan memastikan ia selalu mengenal ayahnya serta makna mengenakan kostum tim, dengan berkata: "Kami tidak akan membiarkannya kekurangan apa pun".

Upacara penghormatan ditutup dengan pesan dari keluarga Jesus de Miguel, yang berbunyi: "Ketika rasa sakit dibagi, cinta berlipat ganda". Kalimat itulah yang merangkum perasaan para hadirin pada hari yang bukan sekadar perpisahan bagi seorang pemain, melainkan penghormatan bagi seorang insan yang meninggalkan jejak mendalam di hati rekan-rekan dan para suporternya, sehingga namanya akan tetap hadir di tribun stadion Tenerife, terutama di gerbang nomor 9.