Kontroversi kepemimpinan wasit di laga puncak: apakah Zamalek layak mendapat dua penalti melawan Al Ahly?

Kontroversi kepemimpinan wasit di laga puncak: apakah Zamalek layak mendapat dua penalti melawan Al Ahly?

Si Merah menyegel derby dengan dua gol

Si Merah menyegel derby dengan dua gol

Al Ahly memastikan kemenangan di laga puncak pekan keenam Liga Mesir setelah mengalahkan Zamalek (2-0) pada Minggu kemarin, sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi sang juara bertahan di kompetisi tersebut. Pertandingan itu diwarnai protes keras dari para pemain Zamalek terhadap keputusan-keputusan wasit asal Slovenia, Rade Obrenovic, khususnya terkait gol pertama Al Ahly serta tuntutan dua penalti.

Pakar perwasitan Jamal Al Sharif menjelaskan dalam pernyataannya kepada "Al Araby Al Jadeed" bahwa gol Al Ahly yang dicetak Mohamed Hany adalah sah, meski Ahmed Sayed Zizo berada dalam posisi offside pada saat bola ditendang. Ia menegaskan bahwa pemain Al Ahly tersebut tidak menghalangi pandangan kiper Zamalek, dan juga tidak melakukan gerakan jelas untuk berebut bola atau memengaruhi kemampuan kiper dalam menghalau bola, sehingga gol itu sah dari sisi perwasitan.

Pada babak kedua, Zamalek menuntut penalti setelah pemainnya, Shikabala Banza, terjatuh di dalam kotak penalti pada menit ke-63, namun pakar perwasitan itu menegaskan keputusan wasit untuk melanjutkan permainan sudah tepat.

Protes Zamalek tidak berhenti pada insiden tersebut, karena mereka kembali menuntut penalti kedua pada menit ke-78, menyusul benturan antara Ashraf Dari, bek Al Ahly, dan Shikabala Banza, penyerang Zamalek, di dalam kotak penalti.

Al Sharif menegaskan bahwa keputusan wasit juga sudah benar, menjelaskan bahwa Banza bergerak ke jalur Dari yang bersiap memainkan bola dengan kepala, tanpa penyerang itu berusaha menjangkau bola, sebelum ia terjatuh di dalam kotak penalti setelah terjadi kontak, dalam upaya mendapatkan penalti. Hal itu tidak mengharuskan diberikannya pelanggaran terhadap bek Al Ahly.

CAF Champions League Qualification