Kobbie Mainoo peringatkan Roma, gelandang Manchester United bidik Liga Champions sebagai pemicu untuk mengakhiri keterpurukan selama sembilan laga

Kobbie Mainoo peringatkan Roma, gelandang Manchester United bidik Liga Champions sebagai pemicu untuk mengakhiri keterpurukan selama sembilan laga

Kobbie Mainoo mendesak Manchester United untuk percaya pada kemampuan sendiri saat menjamu Roma yang tengah tampil apik di Old Trafford pada Selasa malam. Manchester United belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi, tetapi gelandang berusia 19 tahun itu yakin sa

Kobbie Mainoo mendesak Manchester United untuk percaya pada kemampuan sendiri saat menjamu Roma yang tengah tampil apik di Old Trafford pada Selasa malam. Manchester United belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi, tetapi gelandang berusia 19 tahun itu yakin satu kemenangan bergengsi di Eropa dapat membangkitkan kiprah mereka yang tersendat.

United menghadapi tantangan besar karena Roma datang ke Manchester dengan catatan mengesankan di bawah arahan Gian Piero Gasperini. Klub Italia itu mengawali musim dengan sangat baik, hanya menelan satu kekalahan dalam 13 pertandingan pertama mereka di semua kompetisi. Konsistensi tersebut menempatkan Roma dalam posisi kuat, dan mereka kemungkinan akan menghadapi laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah berlatih di Old Trafford pada Senin malam.

Mainoo menyadari beratnya tantangan yang menanti, tetapi menegaskan bahwa United juga punya kekuatan untuk menyulitkan tim tamu. "Mereka mengawali musim dengan sangat baik. Kami tahu mereka berbahaya, tetapi kami juga berbahaya, jadi kami harus sepenuhnya percaya pada diri sendiri, bersatu sebagai tim, dan semoga bisa meraih kemenangan," kata Mainoo kepadamedia klub.

Meski United tengah menjalani periode buruk, pemain lulusan akademi itu tetap yakin kualitas dalam skuad pada akhirnya akan terlihat. Tekanan terus meningkat di kubu Manchester United, tetapi bintang muda itu merasa panggung Liga Champions memberikan kesempatan sempurna untuk mengubah pandangan terhadap tim. Ia memahami bahwa klub sebesar United selalu menjadi sorotan, terutama ketika hasil yang diraih tidak memenuhi ekspektasi tinggi para penggemar di seluruh dunia.

"Kami sangat bertekad [untuk memperbaiki hasil buruk belakangan ini]. [Di] klub seperti Man United, kami akan selalu mendapat sorotan [ketika meraih] hasil buruk, tetapi kami hanya butuh satu kemenangan untuk membalikkan keadaan," kata Mainoo.

Mainoo mengaku bisa kembali bermain setelah lama absen "sangat berarti" baginya, meski United menelan kekalahan yang mengecewakan saat bertandang ke Chelsea dalam laga Liga Primer pada Sabtu. Gelandang muda itu melewatkan empat pertandingan sebelumnya bersama Manchester United karena cedera dan hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan saat timnya berjuang mencari konsistensi. Ia akhirnya kembali bermain di Stamford Bridge, dalam momen pribadi yang terasa manis sekaligus pahit.

Meski lega telah mengatasi masalah kebugarannya, pemain internasional Inggris itu menegaskan bahwa pencapaian pribadi tidak banyak berarti jika United gagal meraih poin. "Bisa kembali bermain [sangat berarti] bagi saya. Sulit rasanya absen dan menyaksikan tim dari pinggir lapangan. Bisa kembali ke lapangan, apa pun hasilnya, adalah hal yang baik, tetapi sekarang kami membutuhkan kemenangan," ujarnya.

Bagi Mainoo, bermain di kompetisi elite Eropa tetap menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam kariernya yang masih di tahap awal. Namun, ia segera mengesampingkan perasaan itu untuk berfokus pada tuntutan pertandingan. Ia memandang laga ini sebagai momen penting dalam musim United karena hasilnya bisa menentukan momentum tim menjelang periode musim dingin yang padat. Atmosfer Old Trafford pada malam laga Eropa kerap menjadi faktor, dan para pemain berharap dukungan suporter dapat membantu mereka meraih kemenangan.

"Bisa kembali ke Liga Champions adalah impian, tetapi sekarang kami hanya fokus pada pertandingan. Kami harus memperlakukannya seperti pertandingan lainnya, meskipun ini laga besar dan penting bagi musim kami. Kami harus turun ke lapangan dan menunjukkan performa," pungkasnya.

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.