KOMPAS.com- Sejumlah klub top Eropa sempat mengancam tidak akan berpartisipasi pada Piala Dunia Antarklub FIFA di masa depan. Ancaman tersebut muncul sebagai bentuk tekanan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana bisnis kontroversialnya.
Menurut media ternama Inggris, The Guardian, ultimatum tersebut disampaikan European Football Clubs (EFC), organisasi yang menyatukan suara kolektif dari semua klub di Eropa, kepada Sekretaris JenderalFIFAMattias Grafström beberapa jam sebelum FIFA akhirnya membatalkan rencana Football Forward Enterprise (FFE).
Baca juga:Selandia Baru Tarik Dukungan untuk Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA
Dalam surat tertanggal 31 Juli 2026 tersebut, EFC memperingatkan bahwa partisipasi klub-klub anggotanya dalam turnamen mendatang dapat dipertimbangkan kembali jika FIFA tidak menyelesaikan persoalan terkait penjualan sebagian hak komersialPiala Dunia Antarklub.
EFC menilai rencana FFE berpotensi mengambil alih hak siar, komersial, dan sponsor yang seharusnya dikelola melalui kerja sama FIFA dan EFC.
Organisasi tersebut meminta FIFA memastikan usaha patungan kedua pihak memiliki kewenangan eksklusif atas aspek komersial dan operasional Piala Dunia Antarklub sebelum hak siar Piala Dunia Antarklub Wanita 2028 dijual.
EFC bahkan memperingatkan bahwa klub anggotanya tidak akan berpartisipasi dalam edisi mendatang jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Selain persoalan FFE, klub-klub Eropa juga mempertanyakan pembayaran dana solidaritas sekitar 185 juta pound (sekitar Rp4,2 triliun) kepada klub yang tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub.
Mereka juga meminta transparansi mengenai pendapatan dan pengeluaran dari Piala Dunia Antarklub 2025.
Ancaman EFC menjadi serius karena organisasi tersebut memiliki lebih dari 800 klub anggota dari seluruh Eropa dan dipimpin Presiden Paris Saint-Germain, Nasser al-Khelaifi.
Baca juga:Asosiasi Sepak Bola Irlandia Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino
Jika klub-klub besar Eropa benar-benar menarik diri, penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub praktis akan menghadapi masalah besar.
Eropa menjadi salah satu kawasan utama yang menyumbangkan klub peserta dalam turnamen tersebut.
Piala Dunia Antarklub 2025 sendiri menjadi edisi pertama dengan format 32 tim. Chelsea keluar sebagai juara setelah mengalahkan Paris Saint-Germain di final.
FIFA akhirnya menghentikan sementara rencana FFE setelah mendapat tekanan luas. Meski demikian, EFC tetap mendorong pembentukan kerja sama komersial yang lebih jelas dengan FIFA.
Perselisihan tersebut menunjukkan semakin besarnya pengaruh klub-klub elite Eropa dalam menentukan arah kompetisi internasional dan hubungan mereka dengan FIFA.