Kimi Antonelli tumbuh di lingkungan balap, dipantau Mercedes sejak 11 tahun, menggantikan Hamilton pada 2025, dan mengunci gelar F1 di Meksiko 2026.
Liputan6.com, Jakarta -Kimi Antonellimenanjak cepat di puncak Formula 1 bersama Mercedes. Bakatnya terpantik sejak kecil dan pertama kali disadari serius oleh sang ayah, Marco Antonelli, ketika Kimi baru berusia 10 tahun. Momen itulah yang kemudian membuka jalan panjang menuju kelas utamaF1, dikutip dari BBC.
Di Sirkuit Adria, Italia, Marco mengajak Kimi merasakan Lamborghini miliknya. Sang ayah mengatur pedal gas dan rem, sementara Kimi memegang kemudi dan perpindahan gigi. Di kecepatan tinggi, sang bocah menunjukkan kontrol yang tak biasa untuk seusianya.
"Saat melihat videonya, saya melihat anak berusia 10 tahun duduk di pangkuan saya, mengendalikan oversteer dengan sempurna. Saya langsung berpikir mungkin dia memiliki sesuatu yang istimewa," kenang Marco, seperti dikutip dariBBC, Senin (2/11/2026).
Kimi Antonelli tumbuh di lingkungan balap. Marco menyebut putranya telah akrab dengan garasi sejak berusia 15 hari, terbiasa dengan deru mesin dan aroma knalpot yang menempel di ruang kerja tim.
Minat Kimi kian kentara saat berusia sekitar tiga tahun. Marco membawa pulang simulator balap, dan hampir setiap malam Kimi minta giliran mencoba. Suatu ketika, Marco tertidur di sampingnya dan terjadi kecelakaan dalam simulasi.
"Dad, Dad, jangan tidur. Saya harus mengemudi," kata Kimi saat itu.
Kendati melihat bakat besar, Marco semula tak ingin Kimi menjadi pembalap profesional. Ia pernah mengecap kegagalan dalam karier balapnya sendiri dan takut putranya menghadapi nasib yang sama.
Kimi mulai mengendarai gokart pada usia lima tahun. Kemampuan membaca racing line, menentukan titik pengereman, dan mengendalikan kendaraan segera mencuri perhatian para pelaku balap di sekitarnya.
Nama Kimi mulai bergaung di kalangan motorsport saat usianya baru 11 tahun. Mercedes mengirim Gwen Lagrue, penanggung jawab rekrutmen pembalap akademi, untuk memantaunya langsung di Italia.
Tak lama kemudian, Kimi bergabung dengan Mercedes Junior Team. Keputusan itu meringankan beban biaya yang selama ini ditanggung Marco, sehingga keluarga bisa fokus pada pengembangan kemampuan Kimi.
Di level karting, potensinya juga diakui oleh juara dunia F1 empat kali, Max Verstappen. Pengamatan itu hadir ketika Kimi masih berkompetisi di kelas junior.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Pada usia 15 tahun, Kimi naik ke balap mobil. Ia kemudian mendominasi berbagai kejuaraan Formula 4 pada 2022, disusul gelar Formula Regional Eropa pada 2023. Performa tersebut membuat bos Mercedes, Toto Wolff, menyiapkan Kimi sebagai calon pembalap utama tim untuk masa depan.