KOMPAS.com- Penjaga gawang timnas Cape Verde, Vozinha, resmi diperkenalkan sebagai pemain baru klub raksasa Chile, Colo Colo, setelah menyelesaikan proses transfernya.
Kiper berusia 40 tahun yang mencuri perhatian padaPiala Dunia 2026itu mengaku bangga dapat bergabung dengan salah satu klub terbesar di Amerika Selatan.
"Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bisa berada di sini. Saya ingin berterima kasih kepadaColo Coloatas kesempatan bermain untuk klub sebesar ini. Saya sangat bahagia," ujarVozinhadalam konferensi pers perdananya.
Vozinha menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan pada Piala Dunia 2026 setelah membawaCape Verdetampil impresif dalam debut mereka di ajang tersebut.
Baca juga:Kiper Cape Verde Vozinha di Tengah Pusaran Transfer, Tak Kunjung Tiba di Klub Tujuan
Dalam kesempatan itu, Vozinha mengungkapkan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya sekaligus sejarah sepak bola Cape Verde.
Menurutnya, keberhasilan tampil di turnamen terbesar dunia merupakan hasil perjuangan panjang negaranya.
"Piala Dunia adalah sesuatu yang sangat besar bagi saya dan bagi Cape Verde. Kami berjuang selama bertahun-tahun untuk bisa berada di sana" kata Vozinha seperti dikutip dari TyC Sports.
"Kami harus bersaing melawan tim-tim terbaik dunia, tetapi kami tahu memiliki banyak talenta."
"Bagi kami, ini jauh lebih dari sekadar sepak bola karena kami mewakili sebuah negara dan masyarakat yang sangat tangguh. Kami memberikan segalanya demi mewakili negara kami dengan cara terbaik."
Ia menambahkan bahwa tampil di Piala Dunia merupakan impian yang telah dimilikinya sejak kecil.
"Itu adalah mimpi masa kecil saya. Saya tahu Piala Dunia bisa membawa banyak hal besar dalam hidup saya. Saya sangat bersyukur dapat bermain di sana dan atas semua yang terjadi selama turnamen."
Vozinha juga berbicara mengenai tekanan yang akan dihadapinya bersama Colo Colo.
Menurut dia, tekanan sesungguhnya bukan berasal dari pertandingan sepak bola.
"Bagi saya tidak ada tekanan dalam sepak bola. Tekanan adalah ketika seseorang sakit, ketika anggota keluarga sedang sakit, atau ketika kita tidak memiliki makanan."
"Dalam sepak bola, kita memiliki para pendukung yang selalu menginginkan yang terbaik. Di Piala Dunia saya memang merasakan tekanan karena menghadapi pemain-pemain terbaik dunia. Sekarang saya ingin membantu tim ini mencapai targetnya," ujarnya.
Baca juga:Kelanjutan Karier Vozinha, Kejutan Piala Dunia 2026 Diincar Klub Chile