Rentetan kontribusi gol Lionel Messi yang mengesankan terhenti setelah ia tampil sebagai pemain pengganti dalam kekalahan Inter Miami 2-0 dari Red Bull New York. Pelatih Kily Gonzalez mengungkapkan bahwa pemain Argentina itu dicadangkan sebagai langkah antisipasi setelah menjalani jadwal perjalanan yang padat ke Spanyol.
Catatan individu impresif Messi berakhir tiba-tiba saat Inter Miami menelan kekalahan 2-0 di kandang Red Bull New York pada Sabtu. Hasil itu juga mengakhiri rentetan tiga kemenangan klub. Penyerang Argentina tersebut secara mengejutkan masuk daftar pemain cadangan untuk pertandingan itu. Ia dimainkan pada awal babak kedua, tetapi gagal membantu tim tamu bangkit.
Itu menjadi kali pertama dalam 13 pertandingan beruntun bersama klub dan tim nasional Messi tidak mencatatkan kontribusi gol. Inter Miami pun kehilangan ketajaman serangan yang biasanya mereka tunjukkan dalam laga yang membuat frustrasi itu.
Pelatih Inter Miami, Gonzalez, menjelaskan bahwa keputusan mencadangkan pemain andalan mereka sudah direncanakan sebelumnya. Messi pergi ke Oviedo, Spanyol, pada Kamis untuk menerima penghargaan bergengsi Putri Asturias untuk Olahraga. Perjalanan jauh dan singkatnya waktu sebelum pertandingan membuat staf pelatih mengatur beban bermainnya dengan hati-hati. Gonzalez menegaskan bahwa langkah itu semata-mata tindakan pencegahan untuk melindungi pemain bintangnya menjelang jadwal pertandingan yang padat.
“Ini sudah disepakati sebelumnya,” kata Gonzalez, seperti dikutipESPN. “Tentu saja, dia telah menjalani perjalanan yang cukup panjang, menghadapi perubahan zona waktu, perubahan suhu, dan banyak faktor lainnya.
“Kami sepenuhnya menyadari semua itu, dan kami sepakat bahwa ini adalah pendekatan terbaik untuk memastikan dia tidak mengalami masalah, khususnya untuk menghindari cedera mengingat kami punya pertandingan lain Rabu ini. Tujuannya agar dia bisa memulihkan diri dan mendapat kesempatan bermain beberapa menit hari ini; seperti biasa, dia tampil baik.”
Tanpa kapten mereka sebagai starter, Inter Miami kesulitan mengendalikan tempo. Gonzalez mengkritik keras kemampuan timnya menjaga penguasaan bola dan kegagalan mereka menjalankan rencana permainan saat membangun serangan dari belakang.
“Kami terlalu sering kehilangan bola di lini tengah, terlalu banyak mengoper saat menghadap gawang sendiri, dan kesulitan membangun serangan dari belakang,” tambah sang pelatih. “Saya harus bertanggung jawab atas hal ini.
“Seperti yang saya katakan kepada para pemain saat jeda, kami harus membalikkan keadaan; kami sedikit membaik, meski saya jelas tidak puas dan para pemain juga tidak. Namun, ini pelajaran yang berguna, pengingat bahwa kami tidak boleh terlena, sebuah tamparan keras. Kami tidak boleh lengah.”
Meski mendapat hasil mengecewakan, Inter Miami tetap berada di posisi kuat dalam klasemen Wilayah Timur, menempati peringkat ketiga dengan 55 poin. Mereka kini akan berusaha segera bangkit dari kemunduran ini. Inter Miami selanjutnya akan menjamu FC Cincinnati pada Kamis. Skuad tersebut harus menemukan kembali ritme serangan dan memperbaiki akurasi operan di lini tengah untuk meraih kemenangan penting di kandang.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global