Kiandra Ramadhipa jadi pembalap Honda terbaik di Moto3 Junior Championship 2026.
Liputan6.com, Jakarta -Kiandra Ramadhipamenutup musimMoto3 Junior World Championship 2026dengan hasil gemilang. Pembalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Asia-Dream Junior Racing Team tersebut sukses meraih podium kedua pada balapan penutup di Misano, Italia, Minggu (18/10/2026).
Ramadhipa nyaris meraih kemenangan setelah melintasi garis finis dengan selisih hanya 0,006 detik dari rider yang keluar sebagai juara. Hasil tersebut sekaligus menjadi podium keempatnya sepanjang musim 2026 dan menyamai pencapaian terbaik yang sebelumnya ia raih di MotorLand Aragon.
Penampilan impresif di Misano menjadi penutup positif bagi perjalanan Ramadhipa musim ini. Meski menghadapi kendala penalti pada balapan pertama, pemuda asal Sleman, Yogyakarta, itu mampu bangkit dan menunjukkan daya saing hingga lap terakhir balapan kedua.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Ramadhipa finis di posisi kelima klasemen akhir Moto3 Junior World Championship 2026 dengan koleksi 146 poin. Ia juga tercatat sebagai pembalap Honda dengan posisi klasemen terbaik sekaligus koleksi podium terbanyak di ajang tersebut sepanjang musim ini.
Hasil di Misano memastikan Ramadhipa mengakhiri Moto3 Junior World Championship 2026 di posisi kelima klasemen akhir dengan raihan 146 poin.
Pencapaian ini menjadi hasil terbaik sepanjang sejarah bagi pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM) dan Indonesia di kelas tersebut. Ramadhipa melampaui pencapaian Veda Pratama yang menempati posisi kesepuluh pada musim sebelumnya.
Dalam musim debutnya di Moto3 Junior World Championship, Ramadhipa menunjukkan perkembangan yang konsisten dan kemampuan bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia.
Secara keseluruhan, selama dua musim berkompetisi di Eropa, ia telah mengoleksi tujuh podium dari ajang European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship. Koleksi tersebut mencakup dua kemenangan, satu pole position, serta satu catatan putaran tercepat.
Rangkaian prestasi itu menjadi modal penting bagi Ramadhipa untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saingnya di level internasional.
Setelah menyelesaikan musim 2026 dengan hasil positif, pembalap muda binaan AHM tersebut akan menjalani masa jeda sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi musim balap 2027.
Ramadhipa mengaku senang bisa menutup musim dengan hasil positif, meski sempat merasa kecewa dengan situasi yang terjadi pada balapan pertama.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
“Balapan pertama berlangsung sedikit membingungkan. Proses start terasa cukup aneh karena lampu merah yang tidak biasa, kemudian pada lap-lap terakhir saya mendapat penalti Long Lap yang menurut saya tidak seharusnya diberikan,” ujar Ramadhipa. Ia mengaku kecewa karena sebenarnya mampu finis di posisi ketiga sebelum keputusan penalti mengubah hasil akhirnya menjadi posisi keempat. Namun, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik pada balapan kedua. “Saya berusaha tetap fokus pada diri sendiri karena tahu kami memiliki peluang untuk kembali menjalani balapan yang bagus. Ritme balapan kedua memang tidak secepat balapan pertama, tetapi kami terus berjuang hingga akhir,” katanya. Ramadhipa juga mengaku tidak menyangka bisa begitu dekat dengan kemenangan pada balapan penutup di Misano. Meski gagal finis pertama, ia menilai posisi kedua merupakan hasil yang sangat baik bagi dirinya dan tim. “Saya tidak menyangka bisa begitu dekat dengan kemenangan, tetapi finis di posisi kedua sudah menjadi hasil yang sangat baik bagi kami,” tuturnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras sepanjang musim. Menurutnya, perkembangan yang dicapai selama tahun ini menjadi bukti kerja keras bersama. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim atas kerja keras mereka sejak awal musim. Saya merasa kami telah mengalami banyak perkembangan sepanjang tahun ini, dan saya sangat bangga dengan semua orang yang telah mendukung saya. Kami akan kembali lebih kuat tahun depan,” ujar Ramadhipa.