Penderitaan As-Samawi Berlanjut
Manchester City kini terancam oleh pembukaan penyelidikan baru terkait kemungkinan pelanggaran keuangan pada musim-musim setelah tahun 2018.
Hal ini terjadi setelah muncul sejumlah pertanyaan di dalam Liga Primer Inggris mengenai keberlanjutan dampak dari pelanggaran yang telah terbukti dilakukan oleh klub tersebut, menurutsurat kabar Inggris "Independent".
Sebuah komisi independen sebelumnya telah menyatakan Manchester City bersalah karena melakukan 114 pelanggaran terhadap aturan keuangan, dalam kasus yang berkaitan dengan periode dari 2009 hingga 2018, sementara klub tetap bersikeras atas ketidakbersalahannya dan terus melanjutkan prosedur banding atas keputusan tersebut.
Mengapa City menghadapi penyelidikan baru?
Masalahnya terletak pada komisi independen yang mengungkap adanya penggelembungan nilai kontrak sponsor milik klub melalui dana yang disuntikkan para pemilik secara tidak diumumkan.
Hal ini memicu pertanyaan di kalangan pejabat klub-klub Inggris mengenai apakah praktik tersebut benar-benar telah berhenti setelah tahun 2018, terlebih karena pendapatan komersial Manchester City tetap berada pada level yang tinggi.
Sebagian pejabat berpendapat bahwa keberlanjutan hubungan yang sama antara klub dan pihak-pihak sponsor yang terkait dengan Abu Dhabi dapat membuka pintu bagi tuduhan-tuduhan baru, apabila terbukti adanya kelanjutan pendanaan yang tidak diumumkan dan ketiadaan penilaian kontrak sponsor sesuai nilai pasar yang sebenarnya.
Kesuksesan Guardiola dipertanyakan
Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi semakin penting karena pencapaian-pencapaian besar yang diraih Manchester City setelah tahun 2018 di bawah kepemimpinan Pep Guardiola.
Tim tersebut telah meraih enam gelar Liga Primer Inggris dalam tujuh musim, termasuk empat gelar secara beruntun, serta meraih treble domestik, kemudian treble bersejarah pada musim 2022-2023, yang mencakup keberhasilan menjuarai Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya.
Sebagian pejabat klub berpendapat bahwa periode setelah tahun 2018 belum mendapatkan pengawasan yang cukup, tetapi pembukaan penyelidikan baru mungkin memerlukan bukti tambahan, seperti surat-surat elektronik yang bocor yang menjadi penyebab dimulainya penyelidikan pertama.
Apakah penyelidikan akan berubah menjadi alat tekanan?
Sebaliknya, sejumlah pejabat memperingatkan bahwa pembukaan penyelidikan baru dapat memperpanjang kasus ini selama beberapa tahun tambahan, sementara pihak lain lebih memilih menunggu hasil banding dan sanksi yang dinantikan, yang diperkirakan akan keluar pada November ini.
Menurut laporan tersebut, sebagian pejabat berpendapat bahwa ancaman penyelidikan baru dapat digunakan sebagai alat tekanan selama negosiasi mengenai sanksi, sehingga liga menghindari pembukaan berkas tambahan dengan imbalan kesediaan Manchester City menerima sanksi atas kasus yang sedang berjalan.
Sensitivitas persoalan ini semakin meningkat seiring kemungkinan penawaran penjualan klub, baik atas keputusan badan pengatur sepak bola independen maupun secara sukarela, karena pembukaan penyelidikan baru dapat membuat klub kurang menarik bagi calon pembeli akibat risiko sanksi di masa depan.
Untuk saat ini, Manchester City tetap bersikeras atas ketidakbersalahannya, sementara kalangan sepak bola Inggris menanti penyelesaian banding dan penetapan sanksi final.